UNDIP, IKN, Kalimantan Timur (4/10) – Delegasi Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui tim Jentayu dari UNDIP Robotic Development Center (URDC) menorehkan prestasi membanggakan pada Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) Tingkat Nasional 2026 dengan meraih 2 penghargaan. Tim Jentayu Copter meraih Juara I divisi Vertical Take-Off and Landing (VTOL), sementara tim Jentayu LELA meraih Juara Harapan I divisi Long Endurance Low Altitude (LELA).
Kedua capaian tersebut lahir dari karakter misi yang berbeda. Jentayu Copter unggul dalam kecepatan dan presisi pada misi jarak dekat di lingkungan perkotaan, sedangkan Jentayu LELA unggul dalam jangkauan dan daya tahan terbang pada misi jarak jauh. Meski berbeda karakter, keduanya bermuara pada kebutuhan yang sama, yaitu layanan logistik medis berbasis wahana udara nirawak untuk mendukung kota cerdas.
KRTI 2026 diselenggarakan pada 21–25 September 2026 di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dengan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sebagai tuan rumah. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini mengangkat tema “From Sky to Smart Capital: UAV Innovation for Indonesia’s Future City.” Sebanyak 94 tim finalis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia bersaing dalam lima divisi, yakni Fixed Wing (FW), Long Endurance Low Altitude (LELA), Racing Plane (RP), Technology Development (TD), dan Vertical Take-Off and Landing (VTOL).
Pada divisi VTOL yang mengusung tema “Smart City – Emergency Service: The Guardian of IKN,” setiap wahana ditantang untuk menyelesaikan rangkaian misi layanan darurat di Lapangan Plaza Seremoni IKN, mulai dari melintasi gate dan lorong rintangan, mengirimkan First Aid Kit ke kotak sasaran, mengikuti jalur berbasis visi, hingga mendarat di landing pad. Tim Jentayu Copter, yang diketuai Muhammad Naufal Sya’bana Wijaya, mengusung konsep fast-response, precise, and accurate aerial shipment delivery. Inovasi utamanya adalah penggunaan Real Time Kinematic (RTK) yang memberikan presisi posisi hingga tingkat sentimeter, jauh melampaui GPS konvensional. Selain itu, ketika sebagian besar tim lain memadukan kendali manual dan otonom, Jentayu Copter menjalankan seluruh misi secara full autonomous dari awal hingga akhir sehingga akurasi wahana dapat terjaga dengan sangat baik.
Keandalan sistem tersebut terbukti di lapangan. Jentayu Copter menjadi salah satu tim yang tidak pernah mengalami crash, baik pada trial day maupun match day, sekaligus mencatatkan waktu penyelesaian full mission tercepat, yaitu 28,6 detik. Pada babak gugur, tim menyingkirkan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), lalu mengalahkan Institut Teknologi Bandung (ITB) di partai final untuk memastikan gelar Juara I VTOL.

Sementara itu, pada divisi LELA yang mengangkat tema “Pemanfaatan Pesawat Tanpa Awak (UAV) untuk Misi Pengiriman Logistik Medis pada Kota Cerdas,” wahana harus terbang dari base menuju sejumlah titik distribusi logistik medis yang tersebar di kawasan IKN, melakukan loiter dan validasi di setiap titik, menjatuhkan payload, serta mengirimkan video secara langsung ke stasiun kendali darat. Untuk menjawab tantangan tersebut, Jentayu LELA yang diketuai Nur Ar Rouf mengembangkan sistem telemetri andal yang mampu menjaga konektivitas antara pesawat dan Ground Control Station (GCS) hingga jarak sekitar 17 km. Tim juga menyusun parameter pemrograman misi agar validasi titik sasaran (hotspot) berlangsung secara otomatis, serta menyesuaikan sistem kelistrikan wahana agar mampu terbang jauh dengan daya tahan (endurance) yang memadai. Melalui karya tersebut, Jentayu LELA berhasil meraih Juara Harapan I dari 12 tim finalis divisi LELA.

Selain kedua tim tersebut, URDC UNDIP juga mengirimkan Jentayu Aeromapper ke divisi FW dan Jentayu Racing Plane ke divisi RP, sehingga total 4 tim UNDIP lolos ke tingkat nasional. Seluruh divisi dikoordinasikan oleh Fahri Ali Izzudin (Teknik Elektro) dan Muhammad Rafli Aryandi (Teknik Mesin). Anggota tim berasal dari beragam program studi, meliputi Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Komputer, Informatika Fakultas Sains dan Matematika, serta program studi RPM dan TRO Sekolah Vokasi. Para tim berlatih secara rutin di lingkungan Stadion UNDIP Tembalang dan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, di bawah bimbingan Prof. Dr. Eng. Ir. Munadi, S.T., M.T.; Erwin Adriono, S.T., M.T.; dan Rofiq Cahyo Prayogo, S.T., M.T.
Data Tim Berprestasi
Jentayu Copter
| Kategori | Vertical Take-Off and Landing (VTOL) |
| Prestasi | Juara 1 VTOL |
| Dosen Pembimbing | Erwin Adriono, S.T., M.T. |
| Anggota Tim | Muhammad Naufal Sya’bana Wijaya (21060123120004) (Ketua Tim)Syauqi Hisyam Noufal (21060124140143)Yunus Mardiansyah (21060124120046) |
Jentayu LELA
| Kategori | Long Endurance Low Altitude (LELA) |
| Prestasi | Juara Harapan 1 LELA |
| Dosen Pembimbing | Erwin Adriono, S.T., M.T. |
| Anggota Tim | Nur Ar Rouf (21050123120035) (Ketua Tim), Muhammad Rafli Aryandi (21050123120040), Aziz Surya Darpita (21060123130106) |
Universitas Diponegoro menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa, dosen pembimbing, tim pendukung, serta Rektorat UNDIP, Fakultas Teknik, dan Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni yang telah mendampingi delegasi sejak tahap perancangan, pengujian, hingga final KRTI 2026. Capaian ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa UNDIP untuk terus menghasilkan inovasi teknologi kedirgantaraan dan robotika yang aplikatif dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi pada penguatan kemandirian teknologi wahana udara nirawak nasional. (Komunikasi Publik/UNDIP)










