UNDIP, Semarang (30/11) – Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) menggelar Coaching Clinic Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai bagian dari pendampingan transformasi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Semarang pada 28–30 November 2025 ini merupakan rangkaian kolaborasi UNDIP–ISBI Aceh dalam menguatkan tata kelola akademik perguruan tinggi seni budaya tersebut.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BPP UNDIP Prof. Dr. Ir. Purwanto, DEA. Dalam sambutannya, Prof. Purwanto menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan langkah strategis untuk menunjang transformasi ISBI Aceh dari PTN-Satker menuju PTN-BLU. “Kesempatan yang baik bersama ISBI Aceh ini sudah memasuki tahun kedua. Beberapa hal nantinya akan kita lakukan bersama untuk mendukung transformasi ISBI Aceh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Purwanto menekankan bahwa tahap penting berikutnya adalah memastikan peran perguruan tinggi berjalan optimal dalam mengembangkan keilmuan dan menarik minat mahasiswa. “Kita punya sumber daya yang banyak, tetapi jika tidak dikenalkan, orang tidak akan tahu. Karena itu pengelola prodi perlu aktif memperkenalkan program studi ke berbagai instansi pemerintah maupun swasta,” jelasnya.
Pada Coaching Clinic ini telah mengundang para pakar untuk memastikan kurikulum berbasis OBE tersusun dengan baik. “Lulusan kita nanti mau apa dan bisanya apa, itu akan terurai dalam kurikulum OBE, sehingga outcome-nya jelas dan dapat diukur. Semoga kegiatan ini memberi warna baru bagi ISBI Aceh, terutama bagi para dosen muda sebagai penggerak transformasi ke depan,” tutup Prof. Purwanto.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ISBI Aceh, Dr. Ratri Candrasari, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh UNDIP. Ia memaparkan bahwa ISBI Aceh telah merintis penyusunan kurikulum OBE, sehingga Coaching Clinic dengan para pakar UNDIP akan menjadi sarana penguatan kompetensi.
“Kami sangat bersyukur dapat bertemu para pakar yang berpengalaman. Ini bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga akan menjadi bekal penting ketika kami mengimplementasikan kurikulum yang tentu nantinya akan memiliki berbagai tantangan. Mohon bimbingan bagaimana mengimplementasikan kurikulum tersebut secara tepat. Mari bermitra untuk saling maju bersama,” jelasnya.
Sesi dilanjutkan dengan paparan materi oleh Direktur Akademik UNDIP Prof. Dr.nat.tech. Siswo Sumardiono, S.T., M.T., yang mengulas implementasi OBE melalui tema “Pemutakhiran Kurikulum OBE Program Studi Penyesuaian Permendiktisaintek No 39 Tahun 2025”. Paparan tersebut mendapat respons antusias dari peserta yang aktif mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pandangan, sehingga sesi berlangsung interaktif dan menjadi ruang diskusi yang menarik.
Selanjutnya peserta mengikuti sesi pendampingan teknis penyusunan kurikulum, di mana mereka dibagi menjadi tiga kelompok dan didampingi oleh Tim Reviu UNDIP, antara lain: Direktur Akademik UNDIP Prof. Dr.nat.tech. Siswo Sumardiono, S.T., M.T.; Wakil Direktur Akademik UNDIP Dr. Ir. Limbang Kustiawan Nuswantara, S.Pt., M.P., IPU.; dan Kepala Pusat Penjaminan Mutu Internal UNDIP Dr. Naniek Utami Handayani, S.Si., M.T.

Pada sesi akhir, dilakukan overview dan penyusunan rencana tindak lanjut antara UNDIP dan ISBI Aceh untuk memastikan finalisasi dan implementasi kurikulum berlangsung tepat waktu. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum ISBI Aceh, Dr. Ir. Marwan, S.Si., M.T., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa perjalanan penyusunan OBE di ISBI Aceh telah dimulai sejak pertengahan tahun dan kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para dosen. “Ini sangat berguna bagi dosen dan akan berdampak langsung pada kualitas alumni kita. Jangan lupa menyelesaikan dan menyempurnakan proses ini,” tegasnya.
Lebih lanjut Dr. Marwan berharap bahwa realisasi kurikulum OBE dapat diselesaikan segera. “Harapannya pada semester ganjil mendatang kurikulum OBE sudah dapat direalisasikan, sebagai bagian dari upaya mentransformasi ISBI Aceh dari PTN-Satker menuju PTN-BLU,” tambahnya.
Pendampingan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi ISBI Aceh dalam melahirkan kurikulum yang relevan, adaptif, dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang seni budaya, baik pada level nasional maupun internasional. (Komunikasi Publik/UNDIP/Dhany)







