UNDIP, Semarang (10/2) – UPT K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan) UNDIP bersama dengan Dharma Wanita Persatuan Universitas Diponegoro melakukan panen jagung organik pada Senin, 10 Februari 2026 di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kampus UNDIP Tembalang. Jagung yang dipanen tersebut menerapkan circular pengolahan sampah, yakni ditanam dengan menggunakan pupuk kompos hasil pengolahan sampah organik, sebagai upaya mengurangi limbah sekaligus menghasilkan produk pertanian ramah lingkungan.
Sebelumnya, bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-68, Universitas Diponegoro resmi mencanangkan gerakan “UNDIP Zero Waste” di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kampus UNDIP Tembalang. Pencanangan tersebut menandai langkah nyata universitas dalam membangun ekosistem kampus yang bersih, sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan selaras dengan semangat UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat, sekaligus mendukung program nasional Diktisaintek Berdampak.
Pencanangan UNDIP Zero Waste merupakan tindak lanjut dari Peraturan Rektor Nomor 5 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah di lingkungan UNDIP, yang menekankan penerapan prinsip 5R (Refuse, Reduce, Reuse/Repair, Recycle, dan Rot) dalam seluruh aktivitas akademik, riset, pendidikan, dan pelayanan.
Pemanfaatan sampah organik diawali dengan memilah dan mengolah menjadi kompos. Kompos tersebut kemudian digunakan sebagai pupuk utama dalam budidaya jagung, sehingga menciptakan siklus berkelanjutan dari sampah menjadi sumber daya produktif.
Wakil Rektor Perencanaan, Keuangan, Aset, Bisnis dan Kerumahtanggaan UNDIP, Dr. Warsito Kawedar, S.E., M.Si., Akt., mengatakan bahwa panen jagung organik ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah di TPST UNDIP dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat. “Melalui pendekatan circular economy, sampah organik tidak berakhir sebagai limbah, tetapi diolah kembali menjadi pupuk yang mendukung pertanian berkelanjutan,” ujarnya.
Jagung organik yang dipanen memiliki kualitas baik tanpa menggunakan pupuk kimia sintetis. Hasil panen jagung ini dapat dinikmati oleh warga kampus, dan dapat juga digunakan sebagai media pembelajaran praktik ekonomi sirkular oleh mahasiswa UNDIP yang konsen pada ilmu pertanian, ekonomi dan teknik pengolahan.
Ke depan, UNDIP terus mengembangkan program dan memperbanyak jenis tanaman dengan banyak melibatkan peneliti dan mahasiswa. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sampah berkelanjutan dan mendukung ketahanan pangan serta pelestarian lingkungan. (Komunikasi Publik/UNDIP/Ut)







