UNDIP, Semarang (28/1) – Universitas Diponegoro (UNDIP) terus menguatkan posisi sebagai perguruan tinggi riset bertaraf global menuju World-Class University (WCU). Pada Rabu, 28 Januari 2026, UNDIP menggelar Entry Meeting Visitasi Akreditasi Internasional ASIIN dalam rangka proses akreditasi Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, di Gedung Widya Puraya, kampus UNDIP Tembalang. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari rangkaian penilaian akreditasi internasional oleh Accreditation Agency for Study Programs in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics (ASIIN) yang mempertemukan pimpinan universitas, pengelola program studi, serta tim asesor dari ASIIN.
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. bersama Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr.rer.nat. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T. dan Wakil Rektor Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi, Hukum dan Organisasi, Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, S.T., M.T. menyambut langsung kehadiran delegasi ASIIN: Prof. Dr. Vasiliki Kolovou (Saarland University of Applied Sciences), Prof. Dr. Alice Assinger (Medical University of Vienna), Dr. Agnes Aslin Mallipu (Global Alliance for Improved Nutrition), Mr. Sayyaf Abiyyu (Universitas Airlangga), dan Mr. Johann Jakob Winter, M.Sc. (Manager from ASIIN).
Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. memperkenalkan UNDIP sebagai perguruan tinggi unggulan di Indonesia yang saat ini memiliki 11 fakultas dan 2 sekolah. “UNDIP menganut prinsip good governance dan menjunjung transformasi digital. Kami juga mempunyai Centers of Excellence, yang mendukung hilirisasi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti CoREM (Center for Coastal Rehabilitation and Disaster Mitigation Studies), kultivasi udang ramah lingkungan di Marine Science Techno Park (MSTP UNDIP), Membrane Research Center (MeRC), dan masih banyak lagi,” terangnya.
Prof. Dr.rer.nat. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T. menyebutkan bahwa prodi S1 Kesehatan Masyarakat di FKM UNDIP merupakan salah satu prodi favorit dengan peminat tinggi dari tahun ke tahun. Menyambung hal itu, dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP, Prof. Dr. Budiyono, S.KM., M.Kes. berkata, “UNDIP mendukung program pemerintah untuk menambah spesialis kesehatan masyarakat, yang memiliki pengetahuan berfokus pada nutrisi, kebersihan, serta sanitasi. FKM UNDIP telah bekerja sama dengan universitas di Indonesia dan luar negeri, contohnya program riset bersama National Taiwan University yang berjalan sejak tahun 2024 hingga sekarang.”
Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat UNDIP dikenal memiliki berbagai keunggulan, antara lain kurikulum berbasis capaian pembelajaran yang adaptif terhadap isu kesehatan global, integrasi keilmuan promotif dan preventif, serta penguatan kompetensi lulusan di bidang Kesehatan masyarakat berbasis riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Direktur Reputasi, Kemitraan, dan Konektivitas Global UNDIP, Prof. Dr. Ir. Hadiyanto, S.T., M.Sc., IPU. menambahkan bahwa UNDIP juga mendukung mobilitas mahasiswa in-bound dan out-bound. “Terdapat beberapa skema beasiswa yang mendukung mobilitas mahasiswa UNDIP belajar di luar negeri maupun bagi mahasiswa internasional yang ingin belajar di UNDIP. Ada Diponegoro Global Scholarship (DGS), Diponegoro Exchange Experience Program (DEEP), Kemitraan Negara Berkembang (KNB), dan Darmasiswa Republik Indonesia (DRI),” terangnya.
Selain itu, UNDIP membuka kesempatan bagi mahasiswa yang ingin berkonsultasi, baik di tingkat fakultas termasuk di FKM, maupun di tingkat universitas melalui layanan live chat Halo UNDIP dan forum diskusi tahunan “Duduk Bareng Rektor.”
Visitasi akreditasi internasional ini merupakan proses Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat UNDIP menapaki langkah global dengan peningkatan kualitas akademik, tata kelola, serta sistem penjaminan mutu yang selaras dengan standar internasional. (Komunikasi Publik/UNDIP/Titis)








