UNDIP, Semarang (7/3) – Rasa kantuk di siang hari saat berpuasa sering dialami banyak orang. Hal ini biasanya terjadi karena pola tidur berubah akibat aktivitas sahur dan ibadah malam di bulan Ramadan. Namun, dengan pengelolaan pola tidur dan asupan gizi yang tepat, rasa kantuk berlebih sebenarnya bisa diminimalkan. Dosen Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Nisa Nur Hasanah, S.Kep., Ns., M.Kep., menjelaskan bahwa rasa kantuk saat puasa sering kali dipicu oleh pola tidur yang tidak teratur.
“Hindari begadang setelah salat tarawih. Idealnya kita tetap mendapatkan waktu tidur yang cukup, sekitar 6 sampai 8 jam setiap hari. Kalau memungkinkan, kita bisa mulai tidur sekitar pukul 9 malam agar tubuh tetap segar saat bangun sahur,” jelas Nisa.
Selain menjaga waktu tidur malam, ia juga menyarankan untuk memanfaatkan waktu istirahat di siang hari dengan tidur singkat atau power nap. Tidur siang selama 15 hingga 20 menit dinilai cukup untuk membantu tubuh memulihkan energi. “Tidur siang sebentar saja sudah cukup membantu tubuh kembali pulih seperti sedia kala, sehingga kita bisa melanjutkan aktivitas dengan lebih fokus,” tambahnya.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah memperhatikan asupan makanan saat sahur. Nisa menyarankan agar masyarakat tidak mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat berlebihan karena dapat memicu rasa kantuk lebih cepat. “Perhatikan juga komposisi gizi saat sahur. Hindari karbohidrat yang terlalu banyak karena bisa membuat tubuh cepat mengantuk,” ujarnya.
Dengan menjaga pola tidur, memanfaatkan waktu istirahat, dan memperhatikan asupan gizi saat sahur, ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman dan produktif. “Tidur yang cukup akan membantu tubuh tetap bugar sehingga puasa bisa dijalani dengan lebih khusyuk,” pungkasnya. (Komunikasi Publik/UNDIP/Tim FK)
Dilansir dari Official Instagram FK UNDIP







