Kecoa “Robot” Antarkan Tim Rotect Raih Gold Medal di Malaysia Technology Expo 2026

UNDIP, Semarang (23/4) – Fakultas Teknik UNDIP kembali mendapatkan kabar membanggakan. Tim Rotect dari Fakultas Teknik UNDIP berhasil meraih Gold Medal – Asia Youth Innovation Awards dalam kompetisi internasional bertajuk Malaysia Technology Expo (MTE) 2026.

MTE merupakan kompetisi inovasi yang diselenggarakan oleh Malaysian Association of Research Scientists (MARS) pada 9-10 April 2026 di World Trade Centre, Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam kompetisi ini, ratusan tim dari puluhan negara saling bertarung untuk menunjukkan hasil inovasi teknologi terbaru yang mereka kembangkan.

Tim yang terdiri dari Muhammad Faizul Kirom, Mega Adinda Ramadhani, Helmi Yusuf, Verrill Varian Jaya Kusuma, Septhian Kallolangi, Hasna Fadhilah Aulia, dan Nicholas David Marsen, sukses membawakan ide mereka yang diberi judul “ROACH-DETECT: Cyborg Cockroach-Based System for Victim Detection in Disaster Ruins Using Edge Computing for SAR Operations”.

Model kecoa berdesis Madagaskar (gromphadorhina portentosa) yang telah dilengkapi dengan modul elektronik karya Tim Rotect

Muhammad Faizul Kirom, salah satu anggota, menuturkan bahwa inovasi ini bermula dari keprihatinan tim terhadap korban bencana yang sering kali sulit dijangkau oleh tim penyelamat. Untuk mengatasi hal tersebut, tim kemudian memanfaatkan kecoa berdesis Madagaskar (gromphadorhina portentosa) yang dilengkapi dengan modul elektronik sebagai hewan pelacak.

“Tim kami mengembangkan pendekatan biohybrid, memanfaatkan kecoa jenis Madagascar Hissing cockroach sebagai platform mobilitas alami. Kalau anjing pelacak kan tidak bisa menelusuri area kecil, akhirnya kami ada solusi pakai hewan yang jauh lebih kecil lagi, buat menelusuri korban di reruntuhan,” ujarnya.

Ia menambahkan, di dalam modul nantinya tersedia mikrokontroler yang sudah diprogram untuk bisa mengendalikan arah kecoa sekaligus mendeteksi korban melalui pola suhu tubuh manusia. Hasil deteksi kemudian dikirimkan ke situs pengawas yang dapat diakses langsung oleh tim SAR.

“Di sistem ini, kecoa dilengkapi electronic backpack berbasis mikrokontroler yang berfungsi sebagai pusat kendali dan pemrosesan data. Kita juga bisa mengendalikan kecoanya pakai stimulus elektrik agar kecoanya bisa kita arahkan ke area reruntuhannya,” terang Kirom.

Kirom mengaku tidak menyangka timnya berhasil meraih emas melalui inovasi ini. Ia bersyukur bahwa ide ini bisa mendapatkan apresiasi yang baik dari para dewan juri.

“Tentunya kami sangat senang dan bersyukur bisa meraih Gold Award di MTE. Apalagi melihat kompetisinya yang cukup ketat dengan peserta dari berbagai negara. Jadi ini benar-benar di luar ekspektasi kami,” ucapnya.

Ia berharap, selepas kompetisi ini, timnya bisa mengembangkan inovasi ini agar semakin sempurna dan bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Harapan kami ke depannya, inovasi yang kami kembangkan tidak berhenti di kompetisi saja, tapi bisa terus disempurnakan dan diimplementasikan secara nyata,” pungkasnya. (Komunikasi Publik/UNDIP/Tim FT)

Dilansir dari official website Fakultas Teknik UNDIP

Share this :