Peneliti UNDIP Kembangkan Inovasi Nutri Sun D3, untuk Cegah Stunting dan Sediakan Pangan Balita saat Darurat Bencana

UNDIP, Semarang (12/3) – Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar Media Gathering bersama puluhan wartawan dari media nasional dan lokal untuk memperkuat sinergi dalam menyebarluaskan inovasi hasil riset civitas academica UNDIP kepada masyarakat, yaitu makanan bayi pencegah stunting. Inovasi dari peneliti UNDIP hasil penelitian yang diketuai oleh Gemala Anjani, S.P., M.Si., Ph.D., dengan anggota Dr. Fitriyono Ayustaningwarno, S.TP., M.Si., Ahmad Syauqy, S.Gz., M.P.H., Ph.D., Dietisien Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro.

Kegiatan yang mengusung tema “UNDIP Jalin Sinergitas dengan Wartawan, Sebarkan Inovasi Bermartabat dan Bermanfaat untuk Masyarakat” ini berlangsung di Ruang Sidang Rektor, Gedung Widya Puraya Lantai 2, Kampus UNDIP Tembalang, pada Kamis 12 Maret 2026 dan dihadiri lebih dari 30 wartawan dari media lokal dan nasional.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik UNDIP, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa kampus dan media memiliki peran yang sama dalam menyampaikan kebenaran kepada publik. “Kalau jurnalis menyampaikan kebenaran jurnalistik melalui proses verifikasi, maka kampus menyampaikan kebenaran ilmiah melalui riset. Karena sama-sama berurusan dengan kebenaran untuk memberi pencerahan kepada publik, maka kampus dan media memang sudah seharusnya bekerja sama,” ujar Wijayanto.

Ia menyampaikan bahwa sebagai universitas riset, Universitas Diponegoro terus mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Proses reproduksi ilmu pengetahuan yang dilakukan di universitas harus berujung pada manfaat nyata bagi masyarakat. Itulah mengapa inovasi menjadi napas para ilmuwan UNDIP untuk berkarya,” jelasnya.

Menurutnya, berbagai inovasi yang dikembangkan oleh peneliti UNDIP telah memberikan solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat, mulai dari teknologi desalinasi air laut menjadi air minum bagi masyarakat pesisir hingga inovasi di bidang pangan dan kesehatan.

Dalam media gathering tersebut, salah satu inovasi yang dipaparkan adalah hasil riset di bidang pangan dan gizi yang disampaikan oleh Dr. Fitriyono Ayustaningwarno, S.TP., M.Si., pakar Ilmu Pangan Fakultas Kedokteran UNDIP, mengenai produk Nutri Sun D3, yaitu makanan pendamping ASI (MPASI) berbasis bahan pangan lokal yang dikembangkan untuk membantu pencegahan stunting sekaligus mendukung penyediaan pangan pada situasi darurat bencana.

Dr. Fitriyono menjelaskan bahwa stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan, yang dapat berdampak pada penurunan kemampuan kognitif, gangguan perkembangan fisik, hingga menurunnya produktivitas saat dewasa. “Produk Nutri Sun D3 ini merupakan MPASI yang dapat digunakan untuk membantu mencegah stunting pada bayi dan balita, sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai pangan darurat pada situasi bencana,” jelasnya.

Produk tersebut diformulasikan dari berbagai bahan bergizi seperti isolat protein kedelai, ubi sebagai sumber karbohidrat, serta sayuran seperti bayam dan brokoli, yang diperkaya dengan vitamin D3 untuk mendukung sistem imun dan pertumbuhan anak. Yang membedakan produk ini dengan MPASI pada umumnya adalah penggunaan teknologi freeze drying atau pengeringan beku bersuhu rendah, sehingga kandungan gizi, warna, dan rasa bahan pangan tetap terjaga serta memiliki masa simpan yang lebih panjang.

Dr. Fitriyono menambahkan bahwa produk ini telah diuji coba pada situasi darurat bencana banjir di Sumatera Barat pada tahun 2025. “Pada uji coba tersebut, MPASI ini diberikan kepada bayi dan balita selama 15 hari, dan hasilnya menunjukkan berat badan anak tidak mengalami penurunan, bahkan beberapa mengalami peningkatan,” ungkapnya.

Produk Nutri Sun D3 saat ini masih dalam proses pengurusan izin edar sebelum dapat diproduksi secara lebih luas dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Melalui kegiatan media gathering ini, UNDIP berharap sinergi dengan insan pers dapat terus terjalin secara berkelanjutan sehingga berbagai inovasi yang dihasilkan oleh para peneliti UNDIP dapat tersampaikan secara luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Komunikasi Publik/UNDIP/Hng)

Share this :