UNDIP, Semarang (29/04) – Kreativitas mahasiswa Universitas Diponegoro kembali menunjukkan daya saingnya di tingkat daerah. Melalui inovasi bertajuk Granubis, tim mahasiswa dari Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Sekolah Vokasi UNDIP berhasil meraih penghargaan dalam ajang Krenova Kota Semarang 2026.
Inovasi ini dikembangkan oleh Luis Ibanez Sitinjak bersama anggotanya yakni Mayada Jannati, Kholis Na’imah, Al Fariza, dan Marisha Yosepa Br. Siburian, di bawah bimbingan Dr. Ir. Fahmi Arifan, S.T., M.Eng., M.M., IPM, ASEAN Eng. Berkat kerja keras dan proses riset intensif, karya ini berhasil meraih Juara II sekaligus penghargaan Rise Award dalam kompetisi yang digelar oleh Pemerintah Kota Semarang pada Selasa, 28 April 2026.
Diketahui Granubis merupakan produk pupuk organik berbasis limbah biomassa lokal yang dirancang sebagai solusi untuk meningkatkan kembali kesuburan tanah, khususnya pada lahan terdampak banjir. Inovasi ini muncul dari kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan lingkungan yang kerap terjadi di Kota Semarang, di mana banjir tidak hanya merendam wilayah, tetapi juga menurunkan kualitas tanah secara signifikan.
Nama Granubis sendiri akronim dari granular dan biosilika yang mencerminkan karakteristik produk yang mengombinasikan teknologi material dengan pendekatan ramah lingkungan. Bahan bakunya berasal dari limbah organik yang mudah ditemukan di sekitar, seperti tempurung kelapa, jerami padi, dan biomassa kelapa sawit. Material tersebut diolah menjadi biokar, biosilika, serta nutrisi organik yang kemudian diformulasikan menjadi pupuk inovatif.
Keunikan lain dari Granubis terletak pada pemanfaatan bahan baku lokal Kota Semarang. Tim bahkan mengidentifikasi sumber limbah sawit dari kawasan Candi Golf, yang selama ini tidak dimanfaatkan secara optimal. Pendekatan ini tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga memperkuat aspek keberlanjutan dan kemandirian sumber daya.
Ketua tim, Luis Ibanez Sitinjak mengungkapkan inovasi ini berawal dari pengamatan langsung terhadap kondisi lapangan. “Banjir tidak hanya meninggalkan genangan air, tetapi juga berdampak pada degradasi kualitas tanah sehingga tanaman sulit tumbuh optimal. Melalui Granubis, tim berupaya menghadirkan solusi yang dapat mengembalikan kesuburan lahan secara bertahap,” ucapnya.
Proses pengembangan Granubis menunjukkan dedikasi tinggi tim mahasiswa. Dalam waktu persiapan yang relatif singkat, sekitar satu bulan, mereka melakukan serangkaian tahapan mulai dari studi literatur, survei lapangan, pengumpulan bahan, hingga eksperimen intensif di laboratorium untuk menemukan formulasi terbaik. Meski penuh tantangan, upaya tersebut membuahkan hasil yang tidak hanya diakui secara kompetitif, tetapi juga memiliki potensi implementasi di sektor pertanian.
Dosen pembimbing, Dr. Fahmi Arifan, menilai bahwa Granubis sebagai inovasi mahasiswa relevan dengan isu ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
Lebih jauh, capaian ini juga membuka peluang pengembangan lanjutan melalui program inkubasi yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota Semarang bagi para pemenang Krenova. Program tersebut diharapkan dapat mendorong Granubis berkembang dari tahap prototipe menuju produk yang siap diterapkan di masyarakat.
Di tengah capaian tersebut, apresiasi juga datang dari pimpinan program studi. Ketua Program Studi TRKI Sekolah Vokasi UNDIP, Dr. Mohamad Endy Julianto, S.T., M.T., menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih mahasiswa.
“Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Mahasiswa TRKI mampu menunjukkan kualitas inovasi, daya juang, sekaligus menghadirkan solusi yang relevan dengan persoalan nyata di masyarakat. Ini bukan sekadar kemenangan dalam kompetisi, tetapi juga menjadi cerminan bahwa proses pembelajaran berbasis problem solving dan kolaborasi yang kami bangun berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Menurut Dr. Endy, keberhasilan ini menunjukkan ekosistem akademik di TRKI UNDIP mampu mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan adaptif dalam menjawab tantangan zaman. Ajang Krenova menjadi wadah strategis untuk mendorong lahirnya inovasi berbasis riset yang aplikatif. Keberhasilan tim UNDIP dalam kompetisi ini semakin memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak solusi bagi permasalahan di masyarakat. (Komunikasi Publik/UNDIP-SV/ Endy & DHW)









