UNDIP, Jakarta (25/4) — Di Auditorium PLN Jakarta, Sabtu (25/4), sekitar 800 alumni Universitas Diponegoro dari berbagai angkatan berkumpul. Sebagian hadir langsung, sebagian lainnya mengikuti secara daring. Pertemuan bertajuk Halal Bi Halal & Temu Kangen Alumni ini, di permukaan, tampak seperti agenda rutin pasca-Idulfitri. Namun, yang berlangsung di dalamnya menunjukkan arah yang lebih jauh dari kata silaturahmi.
Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (DPP IKA UNDIP) membingkai kegiatan ini dengan tema “Ben Connect, Bocahedewe!”, sebuah frasa yang menekankan kedekatan, sekaligus mengisyaratkan kebutuhan untuk kembali menghubungkan alumni yang selama ini berjalan dalam lintasan masing-masing.
Fragmentasi itu menjadi persoalan yang tidak sepenuhnya baru. Alumni tersebar di berbagai sektor (pemerintahan, bisnis, hingga profesi lainnya), namun keterhubungan antar mereka kerap tidak terbangun dalam satu sistem yang utuh. Interaksi lebih sering berlangsung dalam lingkaran terbatas, berbasis angkatan atau jejaring personal.
Melalui forum ini, DPP IKA UNDIP mencoba menarik garis yang lebih jelas yaitu dari sekadar pertemuan menuju upaya membangun ekosistem.
Sejumlah sesi interaktif seperti Reconnect Challenge dan berbagi cerita singkat dirancang untuk membuka kembali percakapan yang sempat terputus. Namun, bagian yang lebih substantif muncul dalam sesi aktivasi program, ketika organisasi mulai memperkenalkan kembali Undip Business Community (UBC).
UBC bukan konsep baru. Platform ini pernah berjalan sebelumnya, namun kemudian meredup seiring berjalannya waktu. Kali ini, relaunch UBC diposisikan sebagai langkah untuk menjawab kebutuhan yang kian terasa, yakni ruang yang mampu menghubungkan alumni pelaku usaha, profesional, dan investor dalam satu wadah yang lebih terstruktur.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV Riset, Inovasi, Kerjasama dan Komunikasi Publik, Wijayanto, PhD menyampaikan jika alumni merupakan salah satu elemen yang penting dalam mendorong visi dan misi UNDIP sebagai World Class University (WCU).
“UNDIP sangat mengapresiasi kiprah Alumni UNDIP yang luar biasa yang saat ini menduduki peran penting di pemerintah maupun sektor swasta dan memberikan kontribusi dalam membangun masyarakat Indonesia. Dan ini sangat mendukung semangat UNDIP, UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat”
Untuk itu, Warek IV mendorong agar reuni bukan hanya jadi ajang temu kangen untuk membicarakan masa lalu, namun juga membahas agenda masa depan melalui sinergi antara kampus, alumni, pemerintah dan industri.
Ketua DPP IKA UNDIP, Abdul Kadir Karding, menyebut upaya tersebut sebagai bagian dari kebutuhan untuk mempertemukan potensi yang selama ini tersebar.
“Ben Connect, Bocahedewe adalah ajakan untuk kembali terhubung secara nyata. Selama ini kita punya potensi, tapi belum sepenuhnya terkoneksi,” ujarnya.
Ia menilai, tanpa koneksi yang terkelola, potensi tersebut cenderung berjalan sendiri-sendiri. Dalam konteks itu, UBC diharapkan tidak berhenti sebagai forum, melainkan berkembang menjadi ruang yang memungkinkan terjadinya pertukaran peluang, hingga kerja sama yang lebih konkret.
Namun, upaya mengaktifkan kembali ekosistem alumni bukan tanpa tantangan. Pengelolaan data, konsistensi partisipasi, hingga keberlanjutan program menjadi faktor yang akan menentukan apakah UBC dapat bergerak melampaui sekadar inisiatif awal.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi pintu masuk bagi sosialisasi Reuni Akbar UNDIP 2027. Agenda tersebut diproyeksikan sebagai pertemuan besar lintas generasi, mengulang momentum yang pernah terjadi pada 2016.
Kala itu, ribuan alumni berkumpul dalam satu ruang. Namun, pertanyaan yang kini muncul bukan lagi sekadar bagaimana menghadirkan jumlah peserta yang besar, melainkan bagaimana menjaga koneksi yang terbentuk agar tidak kembali terputus setelah acara berakhir.
“Reuni Akbar 2027 kami siapkan sebagai ruang untuk kembali terhubung. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana koneksi itu bisa berlanjut,” kata Karding.
Di titik ini, tema “Ben Connect, Bocahedewe!” menemukan konteksnya. Ia tidak berhenti sebagai slogan yang menghangatkan suasana, tetapi menjadi penanda dari upaya yang lebih kompleks yaitu mengubah kebiasaan bertemu sesekali menjadi keterhubungan yang berkelanjutan. (Komunikasi Publik/ UNDIP dan Humas IKA UNDIP)









