UNDIP, Semarang (8/6) – Universitas Diponegoro (UNDIP) mengadakan Upacara Pelantikan Pejabat dan Pengambilan Sumpah Jabatan Fungsional Dosen di Lingkungan Universitas Diponegoro pada pukul 10.00 WIB di Gedung Prof. Sudarto, S.H., Kampus UNDIP Tembalang, pada hari Senin, 8 Juni 2026. Acara khidmat ini dihadiri langsung oleh Ketua MWA, Ketua Senat Akademik, para Wakil Rektor, Dekan, serta jajaran pimpinan di lingkungan UNDIP. Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan untuk para pejabat dengan tugas tambahan serta Surat Keputusan (SK) Dosen dengan Jabatan Fungsional.
Upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan secara resmi diikuti oleh 70 Pejabat yang menerima tugas tambahan serta 159 Dosen dengan Jabatan Fungsional. Setelah pengucapan sumpah jabatan yang dipandu oleh rohaniwan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sumpah jabatan. Penandatanganan berita acara tersebut dilakukan secara langsung oleh Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dengan bertindak sebagai saksi yaitu Ketua Senat Akademik, Prof. Ir. Tri Winarni Agustini, M.Sc., Ph.D., serta Wakil Rektor Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi, Hukum dan Organisasi, Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, S.T., M.T..
Dalam amanatnya, Rektor Universitas Diponegoro menegaskan bahwa dalam menghadapi dinamika indikator kinerja dan target rekognisi internasional, seluruh elemen universitas, khususnya para pejabat baru di tingkat departemen dan program studi serta fungsional dosen harus memperkuat komitmen kelembagaan. Tantangan berupa capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) PTNBH yang semakin kompleks dan target peringkat World Class University (WCU) menuntut transformasi tata kelola kelembagaan yang bersifat kolektif dan strategis.
“Tantangan UNDIP untuk menembus peringkat 550 besar dunia tahun depan memerlukan extraordinary effort yang terstruktur. Kita tidak bisa lagi membiarkan performa universitas besar ini hanya ditopang oleh 35 persen dosen yang aktif mempublikasikan artikel ilmiah. Melalui momentum pelantikan jabatan fungsional dan tugas tambahan ini, saya meminta para Ketua Departemen dan Ketua Program Studi untuk bergerak secara kelembagaan; merangkul serta mengaktifkan kembali 65 persen rekan sejawat lainnya agar beban produktivitas ini terdistribusi secara merata. Setiap semester harus ada luaran akademik nyata yang dihasilkan sebagai representasi kompetensi diri dan pemenuhan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tegas Prof. Suharnomo.
Lebih lanjut, Rektor UNDIP menggarisbawahi tiga aspek krusial yang menjadi fokus utama ke depan: efisiensi sistem kelulusan yang tepat waktu, penguatan kualitas lulusan melalui optimalisasi hasil tracer study, serta peningkatan reputasi akademik global yang didorong oleh produktivitas riset dan sitasi ilmiah. Rektor UNDIP mengimbau agar tanggung jawab pencapaian target ini tidak lagi bertumpu pada individu-individu tertentu, melainkan harus diinternalisasikan secara merata melalui gerakan kelembagaan yang aktif di tingkat departemen dan program studi.
“Parameter keberhasilan kita kini diukur melalui indikator yang sangat ketat, mulai dari sistem pembelajaran yang menjamin mahasiswa lulus tepat waktu sesuai kompetensi hingga pengelolaan alumni. Tugas departemen dan program studi ke depan sangat strategis dalam mengawal tracer study agar lulusan kita mampu mandiri, baik terserap di dunia kerja internasional, melanjutkan studi, maupun berwirausaha dengan standar pendapatan yang kompetitif. Kita harus membangun ekosistem akademik yang dirancang secara matang (by design), bukan sekadar berjalan secara organik tanpa target yang terukur,” jelasnya.
“Jabatan tugas tambahan maupun jabatan fungsional yang diserahterimakan hari ini adalah sebuah amanah dan panggilan jiwa (calling) sebagai pendidik. Mari kita luruskan kembali niat kita untuk memberikan versi terbaik dari diri kita (the best version of us) demi masa depan anak didik. Perlu diingat bahwa leadership is action, not position. Gunakan hak yang Bapak dan Ibu miliki saat ini di departemen maupun program studi untuk menunjukkan kepemimpinan yang nyata, mengelola sumber daya secara optimal, dan membawa kemajuan yang berdampak bagi Universitas Diponegoro,” tambahnya.
Menutup rangkaian acara, Rektor UNDIP mengajak seluruh pejabat dan dosen fungsional yang baru dilantik untuk meluruskan niat serta menjadikan tugas tambahan ini sebagai ladang ibadah dan bentuk pengabdian terbaik kepada anak didik. Komitmen bersama ini diharapkan mampu membawa Universitas Diponegoro menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara statistik di tingkat global, tetapi juga melahirkan dampak nyata yang masif bagi masyarakat luas. Semangat transformasi kelembagaan ini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi besar universitas, yakni menuju UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat. (Komunikasi Publik/ UNDIP/ Riri)








