Kajian Nuzulul Qur’an di Masjid Kampus UNDIP Bersama Mendikdasmen RI: ‘Membangun Karakter Bangsa Berbasis Nilai Qur’ani Menuju Indonesia Emas 2045’

UNDIP, Semarang (22/3) – Dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an, Universitas Diponegoro mengelar acara bertajuk Nuzulul Qur’an dan Pendidikan: Membangun Karakter Bangsa berdasarkan Nilai-Nilai Qur’ani Menuju Indonesia Emas 2045. Acara ini menghadirkan Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia periode 2024-2029, sebagai penceramah. Acara yang diselenggarakan pada Kamis, 20 Maret 2025 setelah sholat Tarawih bersama ini merupakan rangkaian dari rangkaian kegiatan Ramadan oleh Masjid Kampus Diponegoro yang setiap harinya mengundang pembicara dari berbagai disiplin ilmu.

Sebagaimana diketahui bahwa Surah Al ‘Alaq, ayat Al-Qur’an yang pertama kali turun ke bumi sekaligus menandai dimulainya periode kenabian (nubuwwah). Gua Hira Jabal Nur Makkah menjadi saksi turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam bertepatan malam 17 Ramadhan. Riwayat lain menyebut pada malam 21 dan 24 Ramadhan. Hikmah yang terkandung di Gua Hira tentu tertuju pada salah satu surat dalam Al-Qur’an yaitu Surat Al-‘Alaq (surah ke-96) atau disebut juga Surat Iqra’ terdiri 19 ayat. Di awal ayat Surat ini berisi perintah membaca (Iqra’).

Mendikdasmen, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. menjelaskan bahwa dalam konteks wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW, “Iqra” memiliki dimensi yang lebih dalam, merujuk pada perintah untuk membaca, belajar, dan menyebarkan ilmu. Iqra merupakan perintah untuk membaca, belajar, dan mendalami ilmu pengetahuan. Perintah ini menunjukkan pentingnya pendidikan, pengetahuan, dan literasi dalam ajaran Islam. Selain itu, Iqra juga memiliki makna luas bahwa manusia harus senantiasa mencari pengetahuan, belajar dari pengalaman, dan terus mengembangkan diri.

Acara peringatan Nuzulul Qur’an ini diharapkan menjadi momentum refleksi bagi seluruh jamaah terutama para generasi muda dan pendidik untuk memperkuat nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan serta pendidikan di Indonesia.

Dengan mengangkat tema penting ini, Universitas Diponegoro berkomitmen untuk terus berperan dalam membangun karakter bangsa yang berbasis pada nilai-nilai luhur Al-Qur’an. Melalui kajian bersama Prof. Dr. Abdul Mu’ti, diharapkan para jamaah terkhusus pada pendidik dan generasi muda memperoleh wawasan dan inspirasi dalam menerapkan pendidikan berlandaskan nilai-nilai keislaman menuju Indonesia Emas 2045. Untuk menjadi maju adalah dengan menjadi cerdas. (Ut &Titis-Media Relations)

Share this :

Category

Arsip

Related News