UNDIP, Semarang (04/04) – Sebagai kampus peringkat kedua paling berkelanjutan di Indonesia versi UI GreenMetric 2025, UNDIP terus memperkuat komitmennya melalui Unit Pelaksana Teknis Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (UPT K3L) dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan ramah lingkungan bagi seluruh civitas academica.
UPT K3L UNDIP yang saat dipimpin oleh Dr. Bina Kurniawan, S.KM., M.Kes. terus aktif mengembangkan kebijakan dan program standar keselamatan kerja, kesehatan, serta pengelolaan lingkungan kampus yang berkelanjutan. Berbagai inisiatif telah dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan risiko kesehatan dan keselamatan, termasuk pengelolaan limbah laboratorium, mitigasi bencana, serta penerapan protokol kesehatan.
“UNDIP sudah memiliki tenaga ahli bersertifikat dalam berbagai bidang K3, seperti pemadam kebakaran, K3 umum, P3K, K3 listrik, dan K3 laboratorium. Dengan adanya SDM ini, kami berharap dapat menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman bagi seluruh civitas academica,” ungkap Dr. Bina dalam sebuah podcast pada Rabu (19/03).
Sebagai Ketua Tim Kampus Sehat UNDIP, Dr. Bina juga menginisiasi berbagai program promotif dan preventif guna menciptakan lingkungan kampus yang mendukung kesehatan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Salah satu program unggulannya adalah Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), yang bertujuan melakukan deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) secara berkala di kantor pusat dan fakultas/sekolah.
“Pemeriksaan Posbindu meliputi pengecekan gula darah, tekanan darah, kolesterol, asam urat, hingga pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT). Program ini bertujuan memberikan gambaran awal kondisi kesehatan warga UNDIP,” jelasnya.
Selain itu, UPT K3L juga telah meluncurkan aplikasi skrining kesehatan mental, yang diresmikan oleh Rektor UNDIP pada 6 Desember 2024. Aplikasi ini memungkinkan civitas academica melakukan pemeriksaan dini terkait kesehatan mental, sehingga dapat segera mendapatkan tindak lanjut medis jika diperlukan.
Komitmen dalam Pengelolaan Lingkungan
Dalam upaya menciptakan lingkungan kampus yang berkelanjutan, UPT K3L UNDIP juga berfokus pada pengelolaan sampah. Menyadari tingginya jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari, Dr. Bina menekankan pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik serta penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
“UNDIP bahkan menghadirkan Reverse Vending Machine (RVM) pertama di Kota Semarang, yang memungkinkan warga kampus menukarkan botol plastik dengan reward berupa uang. Ini adalah langkah besar dalam mengurangi sampah plastik di lingkungan kampus,” ujarnya.
Dr. Bina juga menyoroti perlunya perubahan budaya dalam perayaan event besar seperti wisuda, pengukuhan guru besar, dan dies natalis. “Alih-alih memberikan karangan bunga, kami mendorong penggunaan bibit tanaman sebagai simbol perayaan, yang nantinya akan ditanam dengan identitas pemberi dan penerima. Ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga meningkatkan penghijauan di kampus,” tambahnya.
Dalam aspek pengelolaan limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) dari laboratorium, UPT K3L UNDIP telah menyiapkan Tempat Penampungan Sementara (TPS), sebelum limbah tersebut dikelola lebih lanjut oleh pihak ketiga.
Prestasi UNDIP dalam Keberlanjutan
Upaya UPT K3L dalam menciptakan kampus yang sehat dan berkelanjutan turut berkontribusi pada prestasi UNDIP di tingkat nasional dan internasional. Berdasarkan UI GreenMetric World University Rankings 2025, UNDIP berhasil menempati peringkat ke-2 di Indonesia, ke-4 di Asia, dan ke-26 di dunia sebagai kampus paling berkelanjutan.
“Pada Hari Kesehatan Nasional 2024 lalu, UPT K3L UNDIP juga menerima apresiasi dari Kementerian Kesehatan atas implementasi program Kampus Sehat yang baik,” ungkap Dr. Bina.
Dengan pengalaman dan dedikasinya, Dr. Bina Kurniawan terus berkomitmen membangun UNDIP sebagai kampus yang unggul tidak hanya dalam akademik, tetapi juga sebagai lingkungan yang sehat, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh civitas academica. (DHW)
