UNDIP Terjunkan 50 Mahasiswa Lokasi Bencana Banjir di Sumetera Barat, Laksanakan Program Mahasiswa Berdampak, Diktisaintek

UNDIP, Semarang (10/2) – Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Diponegoro (LPPM) menunjukkan kontribusi nyata sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan pada 10 Februari – 10 Maret 2026 ini merupakan Program Mahasiswa Berdampak dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Sejumlah 50 (lima puluh) mahasiswa UNDIP tergabung dalam tim MAHABHAKTI dan akan melaksanakan program pengabdian masyarakat di wilayah Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana hidrometeorologi tinggi.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNDIP, Prof. Dr.Ing. Ir. Suherman, S.T., M.T. berkata bahwa program ini merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi dalam merespon permasalahan masyarakat khususnya di wilayah rawan bencana. “Program Mahasiswa Berdampak ini dirancang untuk memastikan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak bersifat seremonial, melainkan benar-benar memberikan dampak berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas disiplin, mahasiswa kami dorong untuk menghadirkan solusi yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pascabencana,” ujarnya.

Dr. Ir. Fahmi Arifan, S.T., M.Eng., M.M., IPM, ASEAN Eng., dosen Fakultas Teknik UNDIP dan Ketua Pelaksana kegiatan menyampaikan kesiapan tim Mahabhakti untuk terjun langsung di daerah pascabencana. “Kegiatan ini kami beri nama MAHABHAKTI: Penguatan dan Integrasi Pengelolaan Air Bersih Berbasis Masyarakat dan Pertanian Padi sebagai Strategi Ketahanan Pangan Pascabencana di Agam, Sumatera Barat. Kami ingin mahasiswa tidak hanya hadir membantu secara fisik, tetapi juga transfer ilmu pengetahuan dan teknologi sederhana yang dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa UNDIP dari tiga fakultas dan berbagai program studi meliputi Sekolah Vokasi (prodi Teknologi Rekayasa Kimia Industri dan Rekayasa Perancangan Mekanik), Fakultas Kesehatan Masyarakat (prodi Kesehatan Masyarakat dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja), dan Fakultas Peternakan dan Pertanian (prodi Teknologi Pangan, Agribisnis, dan Agroekoteknologi), dan Fakultas Sains dan Matematika (prodi Fisika).

Wali Nagari Salareh Aia, Rijal Islami T. mengapresiasi keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian ini. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan semangat baru bagi masyarakat yang tengah bangkit dari dampak bencana. “Program ini sangat membantu, terutama dalam peningkatan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Program MAHABHAKTI (Mahasiswa Hadir Mengabdi dan Berkontribusi Nyata untuk Ketahanan Indonesia) merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat pascabencana yang berfokus pada penguatan ketahanan kebutuhan dasar masyarakat melalui integrasi pengelolaan sumber daya air dan sektor pangan, serta berkontribusi langsung terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs): SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui penguatan layanan air bersih berbasis masyarakat; SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui pemulihan dan peningkatan produktivitas pertanian padi sebagai sumber pangan utama; SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui penguatan kapasitas adaptasi masyarakat terhadap risiko bencana hidrometeorologi; dan SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dalam konteks ketangguhan desa terhadap bencana.

Sejalan dengan Asta Cita, program MAHABHAKTI mendukung agenda penguatan ketahanan pangan nasional, pengurangan risiko bencana, serta pembangunan dari desa melalui pemberdayaan masyarakat perdesaan. Integrasi pengelolaan air bersih dan pertanian padi dalam program ini mencerminkan upaya membangun kemandirian masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi lokal.

Dengan demikian, MAHABHAKTI diharapkan mampu menghasilkan dampak nyata yang berkelanjutan serta berkontribusi terhadap pembangunan nasional yang inklusif dan berkeadilan. Melalui Program Mahasiswa Berdampak, mahasiswa diharapkan mampu mengasah empati sosial, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja lintas disiplin, sekaligus memberikan kontribusi nyata di masyarakat luas sesuai tagline “UNDIP Bermartabat dan Bermanfaat.” (Komunikasi Publik/UNDIP/Tim LPPM ed. Titis)

Share this :