Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSND UNDIP Beri Tips Jaga Kesehatan Pasca Lebaran

UNDIP, Semarang (23/3) – Periode pasca-Lebaran sering ditandai dengan asupan makanan tinggi lemak, santan, dan gula yang dapat menaikkan kadar kolesterol dan gula darah. Selain itu kelelahan pasca perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan juga perlu diperhatikan, terutama untuk menghadapi rutinitas pekerjaan yang akan dihadapi pasca lebaran. Kegiatan yang selama bulan puasa banyak dikurangi seperti olahraga perlu diatur kembali agar mencapai kebugaran yang optimal.

Untuk mengurangi risiko kenaikan gula darah dan kolesterol pasca lebaran, dapat dimulai dengan mengurangi porsi makanan berlemak, batasi santan dan gorengan, serta pilih lauk yang lebih ringan seperti ikan atau ayam tanpa kulit. Mengganti camilan manis dengan buah segar dan menambah porsi sayur pada setiap makan membantu menormalkan kembali metabolisme tubuh.

Khusus pengidap penyakit kronis seperti diabetes perlu diperhatikan pengaturan kembali waktu dan cara minum obat, yang mungkin banyak berubah dibandingkan saat bulan puasa. Risiko kekeliruan pengaturan kembali jadwal dan cara pengobatan setelah lebaran berpotensi meningkatkan kadar gula darah, sebab pola makan dan jenis asupan yang berbeda dibandingkan dengan saat berpuasa. Berkonsultasi dengn dokter keluarga atau dokter yang dipercaya dapat dilakukan jika mengalami keraguan dalam perubahan pengaturan pengobatan tersebut.

Perjalanan mudik dan aktivitas sosial yang padat juga membuat tubuh mudah lelah; istirahat yang cukup dan pemulihan tidur menjadi prioritas. Jika Anda menempuh perjalanan jauh, beri waktu 1–3 hari untuk menata ulang ritme tidur dan mengurangi kelelahan otot dengan peregangan ringan. Selain itu, perhatikan tanda-tanda dehidrasi setelah perjalanan, minum air putih secara teratur dan hindari minuman manis berlebihan agar fungsi pencernaan dan ginjal kembali normal.

Kembali ke rutinitas sehat secara bertahap lebih aman daripada perubahan drastis. Mulai olahraga ringan seperti jalan cepat 20–30 menit sehari, tingkatkan intensitas secara bertahap, dan kombinasikan dengan latihan peregangan untuk mengurangi nyeri otot pasca-perjalanan. Olahraga teratur membantu menurunkan kolesterol, memperbaiki mood, dan mengembalikan energi setelah konsumsi berlebih selama Lebaran.

Perhatikan juga aspek keamanan pangan dan kebersihan saat menyimpan sisa makanan Lebaran. Simpan makanan dalam wadah tertutup di lemari es, panaskan ulang sampai suhu aman, dan buang makanan yang sudah disimpan lebih dari 2–3 hari untuk mencegah gangguan pencernaan. Selain itu, atur kembali anggaran dan kebiasaan belanja pasca-Lebaran agar stres finansial tidak memengaruhi pola makan dan kualitas tidur keluarga.

Terakhir, jaga keseimbangan emosional dan sosial: Lebaran sering meninggalkan kelelahan emosional karena silaturahmi intens dan pengeluaran. Luangkan waktu untuk relaksasi, batasi konsumsi kafein di sore hari, dan pertahankan kebiasaan ibadah atau meditasi yang memberi ketenangan. Dengan pola makan seimbang, hidrasi cukup, istirahat memadai, olahraga bertahap, dan perhatian pada kondisi kronis, tubuh Anda akan pulih lebih cepat dan siap kembali ke rutinitas normal. (Komunikasi Publik/UNDIP/ Setyo G Pramudo)

Share this :