Bersama Alumni UNDIP Perkuat Kapasitas Wisata Berkelanjutan Dusun Buddhis Krecek, Temanggung

UNDIP, Temanggung (18/5) – Program Pengabdian Masyarakat bersama Alumni Universitas Diponegoro di bawah naungan program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY) mencapai puncak kegiatan pada Minggu (17/5/2026) di Dusun Krecek, Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung.

Mengusung tajuk “Penguatan Dusun Krecek sebagai Destinasi Mindfulness Tourism melalui Peningkatan Kapasitas Pelayanan Wisata dan Revitalisasi Fasilitas Sanitasi”, kegiatan ini melibatkan dosen, alumni, dan mahasiswa lintas disiplin dari Program Studi Administrasi Bisnis dan Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro. Program tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan Dusun Krecek sebagai destinasi mindfulness tourism berbasis masyarakat melalui penguatan hospitality, revitalisasi fasilitas sanitasi, pengembangan eco-homestay, serta pendampingan manajemen wisata berkelanjutan.

Dusun Krecek dipilih sebagai lokasi pengabdian karena memiliki potensi kuat sebagai kawasan wisata berbasis budaya, spiritualitas, dan ketenangan alam. Dusun ini dikenal sebagai dusun budaya Buddhis dengan karakter sosial keagamaan yang khas, di mana seluruh masyarakatnya, sebanyak sekitar 60 kepala keluarga, beragama Buddha. Identitas tersebut menjadi kekuatan penting dalam pengembangan kegiatan berbasis spiritualitas, toleransi, kebudayaan, dan kehidupan komunal masyarakat.

Selama ini, Dusun Krecek telah menjadi ruang penyelenggaraan berbagai aktivitas seperti live in, meditasi, wisata budaya, hingga wisata ketenangan alam. Agenda seperti Perayaan Waisak, Nyadran Perdamaian, Merti Dusun, dan Krecek Mindfulness Weekend secara rutin menghadirkan pengunjung dari berbagai daerah. Dalam satu tahun, kegiatan berbasis mindfulness dan budaya dapat berlangsung tiga hingga empat kali, dengan jumlah partisipan sekitar 30 hingga 100 orang dari lintas agama dan latar belakang.

Dosen Departemen Administrasi Bisnis Universitas Diponegoro, Ardy Wibowo, S.S.T., M.B.A. Ph.D., menyampaikan bahwa program ini berangkat dari potensi lokal Dusun Krecek yang perlu diperkuat melalui pendekatan manajemen wisata berbasis masyarakat.

“Dusun Krecek memiliki modal sosial, budaya, dan spiritual yang sangat kuat. Melalui program ini, kami ingin membantu masyarakat memperkuat kualitas pelayanan wisata tanpa menghilangkan karakter lokal yang menjadi identitas utama Dusun Krecek,” ujar Ardy.

Kegitan Krecek Mindfulness Weekend. Sumber: Buddhazine (03/01/2026).

Program ini diinisiasi oleh Ardy Wibowo, S.S.T., M.B.A. dan Rendy Ega Pradhana, M.A.B. dari Departemen Administrasi Bisnis UNDIP, bersama dosen Teknik Lingkungan Dr. Eng. Ir. Bimastyaji Surya Ramadan, S.T., M.T. Kegiatan ini juga melibatkan Arya Pradhana Wirawan, S.T., M.Ling., alumni S1 Teknik Lingkungan dan Magister Ilmu Lingkungan UNDIP yang saat ini berkiprah sebagai Direktur PT Kalandra Nusantara dan Direktur Manusa Foundation.

Keterlibatan lintas bidang menjadi kekuatan utama program ini. Latar belakang Administrasi Bisnis berkontribusi pada penguatan hospitality, kualitas pelayanan wisata, pengelolaan homestay, dan manajemen bisnis wisata berbasis masyarakat. Sementara itu, latar belakang Teknik Lingkungan dan Ilmu Lingkungan mendukung revitalisasi fasilitas sanitasi yang lebih bersih, sehat, dan layak sebagai infrastruktur pendukung wisata.

Tahap awal kegiatan telah berlangsung sejak minggu pertama April 2026 melalui observasi lapangan, pemetaan potensi desa, identifikasi kebutuhan masyarakat, pendampingan eco-homestay, revitalisasi fasilitas sanitasi, hingga pelatihan hospitality dan manajemen wisata berbasis masyarakat.

Melalui program ini, tim pengabdian melakukan revitalisasi fasilitas sanitasi berupa renovasi fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) sebagai salah satu fasilitas pendukung wisatawan. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperkuat kualitas layanan wisata, terutama bagi peserta live in dan meditasi yang tinggal selama beberapa hari di Dusun Krecek. Selain itu, dua unit eco-homestay percontohan juga dikembangkan untuk meningkatkan kualitas akomodasi wisata berbasis masyarakat.

Dokumentasi sebelum dan sesudah revitasliasi fasilitas sanitasi sehat, Dusun Krecek. Sumber: Tim Pengabdian EQUITY UNDIP, 2026.

Arya Pradhana Wirawan menekankan bahwa keberlanjutan program menjadi hal penting dalam pengabdian ini. “Program pengabdian tidak berhenti pada pelatihan atau perbaikan fasilitas saja. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat memiliki sistem yang bisa terus digunakan dan dikembangkan secara mandiri setelah program selesai,” ujar Arya.

Tidak hanya berfokus pada fasilitas fisik, tim pengabdian juga melaksanakan pelatihan hospitality dan manajemen wisata berbasis masyarakat. Masyarakat diperkenalkan pada prinsip SERVQUAL melalui pendekatan RATER, yaitu Reliability, Assurance, Tangibles, Empathy, dan Responsiveness. Pendampingan diberikan mulai dari kebersihan fasilitas, pelayanan kepada wisatawan, pengelolaan homestay, komunikasi dengan pengunjung, hingga penguatan sistem evaluasi layanan.

Ngasiran, salah satu warga Dusun Krecek yang terlibat dalam pengelolaan kegiatan mindfulness, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, peningkatan fasilitas dan pelayanan sangat penting karena jumlah pengunjung yang mengikuti kegiatan live in, meditasi, dan wisata budaya terus berkembang.

“Bagi kami, tamu yang datang ke Krecek bukan hanya berwisata, tetapi juga belajar tentang ketenangan, kebersamaan, dan kehidupan masyarakat. Dengan fasilitas yang lebih baik dan pelayanan yang lebih tertata, kami berharap pengunjung merasa semakin nyaman selama berada di Dusun Krecek,” ujar Ngasiran.

Mahasiswa yang terlibat turut mendampingi masyarakat dalam implementasi pelayanan wisata dan pengelolaan kegiatan mindfulness. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran langsung mengenai pemberdayaan masyarakat, pengembangan desa wisata, serta penerapan keilmuan dalam menjawab kebutuhan nyata di masyarakat.

Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui program EQUITY UNDIP, penguatan hospitality, revitalisasi fasilitas sanitasi, pengembangan eco-homestay, dan pendampingan manajemen wisata diharapkan menjadi fondasi bagi pertumbuhan Dusun Krecek sebagai destinasi mindfulness tourism yang sehat, ramah, berbudaya, dan berkelanjutan tanpa meninggalkan identitas lokalnya. (Komunikasi Publik/ FISIP/ Rif’at)

Share this :
No data was found