UNDIP, Semarang (20/4) – Universitas Diponegoro (UNDIP) secara resmi memperkuat jejaring globalnya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Chung Giwa Indonesia pada Senin, 20 April 2026, bertempat di Ruang Kerja Rektor, Gedung Widya Puraya, Kampus UNDIP, Tembalang. Kerja sama ini menjadi landasan bagi kolaborasi di bidang pendidikan, penguatan kompetensi bahasa, serta pengembangan kemitraan internasional yang menghubungkan akademisi dengan industri global.
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari komitmen universitas dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelas dunia. Dalam pernyataannya, Rektor menyampaikan, “UNDIP telah menjalin beberapa kerja sama yang bertujuan untuk memperluas akses bagi seluruh civitas academica di panggung global. Kemitraan dengan PT Chung Giwa Indonesia ini adalah langkah nyata kita untuk memastikan mahasiswa tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga memiliki kesiapan kerja yang matang di kancah internasional,” jelasnya.
Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya, Prof. Dr. Drs. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum., dalam sambutan pengantarnya memberikan penjelasan yang lebih terperinci mengenai fokus awal kemitraan strategis ini. Prof. Singgih menyatakan bahwa agenda ke depan akan banyak difokuskan pada Fakultas Ilmu Budaya sebagai motor penggerak awal, khususnya dalam pengembangan program bahasa Korea yang terintegrasi dengan kebutuhan industri. Prof. Singgih menambahkan bahwa melalui sinergi ini, diharapkan akan terjalin hubungan yang baik guna meningkatkan apa yang dialami oleh para mahasiswa melalui pengalaman langsung di lingkungan profesional dan lintas budaya.
Ruang lingkup kerja sama ini mencakup beberapa poin krusial, termasuk pelaksanaan program magang (internship) internasional dan pengoperasian kelas bahasa di UNDIP Korea Center. Kemitraan ini diproyeksikan menjadi jembatan formal bagi UNDIP untuk berinteraksi dengan instansi-instansi di Korea Selatan yang memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan budaya dan industri. Selain itu, pemanfaatan bersama fasilitas Korea Center akan dioptimalkan sebagai pusat pelatihan yang mampu mencetak lulusan dengan kompetensi linguistik dan profesional yang unggul untuk masa depan mahasiswa.
Melalui implementasi MoU ini, kedua belah pihak sepakat untuk menyelenggarakan pertemuan koordinasi secara berkala guna memastikan setiap program berjalan sesuai target. Program-program seperti workshop, seminar internasional, dan pendampingan karier akan menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda kerja sama ini. Harapannya, sinergi ini tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi juga bertransformasi menjadi berbagai inisiatif nyata yang memberikan dampak positif bagi seluruh civitas academica dan mitra industri dalam jangka panjang. Sebagai penutup, kerja sama ini merupakan wujud nyata dedikasi Universitas Diponegoro dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing secara global dengan tetap memegang teguh nilai-nilai kebangsaan. Seluruh pihak optimis bahwa kemitraan ini akan membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia. Dengan semangat kebersamaan ini, diharapkan cita-cita besar universitas dapat terwujud secara konsisten demi masa depan yang lebih baik sejalan dengan semangat UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat. (Komunikasi Publik/UNDIP/Riri)







