UNDIP – BRIN Jajaki Kolaborasi Pengembangan Teknologi Satelit dan Keantariksaan

UNDIP, Semarang (9/7) – Universitas Diponegoro (UNDIP) menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan teknologi satelit dan keantariksaan melalui Audiensi dan Diskusi Penguatan Kolaborasi Inovasi Teknologi Satelit dan Keantariksaan yang digelar di Ruang Sidang Rektor, Gedung Widya Puraya Lantai 2, Kampus UNDIP Tembalang, pada Kamis, 9 Juli 2026. Audiensi tersebut membahas berbagai peluang kerja sama antara perguruan tinggi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), industri, serta mitra internasional dalam pengembangan riset dan sumber daya manusia di bidang keantariksaan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., serta Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Prof. Dr.-Ing. Ir. Wahyudi Hasbi, S.Si., M.Kom., Ketua Tim Kebijakan Keantariksaan Direktorat Kebijakan Lingkungan Hidup, Kemaritiman, Sumber Daya Alam, dan Ketenaganukliran BRIN Intan Perwitasari, S.E., M.E., Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI New Delhi Prof. Fuad, Ph.D., serta Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D. yang mengikuti kegiatan secara daring. Hadir pula Direktur Inovasi dan Kerja Sama, para dekan, serta jajaran pimpinan di lingkungan Universitas Diponegoro.

Dalam sambutannya, Prof. Suharnomo menyampaikan bahwa audiensi tersebut menjadi kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. “Intinya adalah kolaborasi. Hari gini masih cara sendiri-sendiri itu kayaknya kurang. Harusnya bisa kita optimalkan. Kita punya apa, mereka punya apa, kemudian menjadi satu sinergi,” ujarnya.

Rektor berharap diskusi tersebut dapat ditindaklanjuti dalam berbagai bentuk kolaborasi, baik dalam penelitian maupun pengembangan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI New Delhi, Prof. Fuad, Ph.D., menjelaskan bahwa forum ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang terbangun melalui forum internasional di bidang antariksa. Menurutnya, teknologi satelit memiliki potensi besar untuk mendukung penyelesaian berbagai persoalan bangsa sehingga memerlukan kolaborasi lintas institusi dan lintas disiplin ilmu.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Prof. Wahyudi Hasbi, memaparkan berbagai peluang kolaborasi yang dapat dimanfaatkan oleh perguruan tinggi, mulai dari riset bersama, pemanfaatan laboratorium, program magang, hingga pengembangan talenta melalui berbagai program pendidikan di bidang keantariksaan. Menurutnya, UNDIP memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan bidang tersebut karena didukung oleh beragam disiplin ilmu. “Kalau UNDIP punya gagasan untuk mengembangkan bidang keantariksaan, menurut saya itu sangat mungkin. Satelit ini multidisiplin. Tidak bisa hanya elektro sendiri. Harus ada orang mekanik, elektronika, komunikasi, software, sampai aspek hukum. Jadi ini satu sistem yang utuh,” jelasnya.

Prof. Hasbi menambahkan, BRIN siap mendukung pengembangan riset melalui pemanfaatan fasilitas yang telah dimiliki sehingga kolaborasi dapat segera diwujudkan. “Nggak usah beli peralatan dulu, kami sudah punya. Datang saja ke laboratorium antariksa. Itu menurut saya lebih efisien dan kita bisa bikin kolaborasi yang lebih intens,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D., memaparkan perkembangan industri satelit nasional serta pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, lembaga riset, industri, dan pemerintah dalam memperkuat ekosistem keantariksaan Indonesia. Ia juga berbagi pengalaman mengenai keterlibatan industri dalam pengembangan teknologi satelit nasional serta pentingnya penguasaan teknologi untuk mendukung kemandirian bangsa. Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan pimpinan fakultas dan dosen dari berbagai bidang keilmuan. Berbagai topik yang mengemuka antara lain peluang pengembangan satelit perguruan tinggi, pemanfaatan data satelit untuk penelitian, akses terhadap fasilitas riset BRIN, pengembangan komponen satelit, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, dan kolaborasi internasional. (Komunikasi Publik/UNDIP/Hng)

Share this :
SDG-17
SDG-9