UNDIP, Jakarta (30/7) – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali dipercaya menjadi salah satu perguruan tinggi mitra Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia dalam pelaksanaan Ekspedisi Patriot 2026. Tahun ini, UNDIP menerjunkan 24 tim, terdiri atas 20 tim ke Kawasan Transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, serta empat tim ke sejumlah kawasan transmigrasi di Provinsi Sumatera Selatan.
Ekspedisi Patriot 2026 melibatkan 1.476 peserta dari sepuluh perguruan tinggi yang akan bertugas di 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Mengusung tema “Misi Besar, Kerja Nyata, Dampak untuk Indonesia”, program ini menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan kawasan melalui riset, inovasi, dan pendampingan berbasis ilmu pengetahuan.
Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara, menjelaskan bahwa arah pembangunan transmigrasi saat ini tidak lagi hanya berfokus pada perpindahan penduduk. Pemerintah mendorong kawasan transmigrasi berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan investasi, dan hilirisasi potensi unggulan daerah.

Ekspedisi Patriot 2026 merupakan kelanjutan dari kegiatan riset dan pemetaan yang telah dilakukan pada 2025. Pada tahap sebelumnya, para akademisi mengidentifikasi potensi, persoalan, serta kebutuhan pembangunan di berbagai kawasan transmigrasi. Tahun ini, program memasuki tahap implementasi melalui pendampingan masyarakat dan penerapan hasil riset di lapangan.
Di Kawasan Transmigrasi Senggi, Tim Ekspedisi Patriot UNDIP akan menjalankan berbagai program strategis yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi lokal. Program tersebut mencakup pengembangan ekonomi berbasis komoditas unggulan, peningkatan produktivitas pertanian dan peternakan, serta pengolahan hasil produksi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas masyarakat.
Dalam kesempatan ini Wakil Rektor IV, UNDIP, Wijayanto, PhD yang hadir langsung di acara didampingi oleh Koordinator Ekspedisi Patriot UNDIP Prof. Dr.-Ing. Wiwandari Handayani mengatakan “UNDIP berkomitmen memberikan dampak nyata berupa peningkatan produktivitas, penguatan ekonomi lokal, pengembangan keterampilan masyarakat, peningkatan nilai tambah komoditas, serta terbentuknya kebijakan berbasis bukti untuk mewujudkan pembangunan yang lebih berkeadilan. Wilayah terluar Indonesia, terutama Papua, adalah ujian bagi komitmen itu”
Sementara itu, Prof. Wiwik menyampaikan bahwa UNDIP akan hadir di kawasan transmigrasi di Sumatera Selatan serta di ujung timur Indonesia, yakni Senggi, Kabupaten Keerom, Papua. Kehadiran UNDIP tidak hanya untuk mengidentifikasi berbagai masalah dan tantangan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata guna mendorong pemerataan pembangunan di Indonesia. Inilah wujud UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat, dan UNDIP Berdampak.
Selain itu, tim UNDIP juga akan berkontribusi dalam penguatan manajemen agraria, mitigasi bencana, peningkatan layanan infrastruktur dasar, serta kajian sosial budaya mengenai interaksi antara masyarakat transmigran dan masyarakat adat.
Pendekatan multidisiplin ini diharapkan dapat menghasilkan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan. Kehadiran tim bukan hanya untuk mengumpulkan data, tetapi juga mendampingi masyarakat, mengembangkan kapasitas lokal, serta menyusun rekomendasi kebijakan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Sebelum diberangkatkan, seluruh peserta mengikuti pembekalan yang dimulai di UNDIP pada 21 Juli 2026, dilanjutkan di Green Forest Bogor pada 25–27 Juli 2026, serta Ministerial Lecture di Balai Kartini, Jakarta, pada 29–30 Juli 2026. Para peserta memperoleh materi mengenai pembangunan kawasan, kepemimpinan, pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan, komunikasi, dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan bahwa Tim Ekspedisi Patriot memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam menghadirkan data aktual dari kawasan transmigrasi. Temuan lapangan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dan dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Salah satu peserta UNDIP yang bertugas di Senggi, Rifat Farhan, menyampaikan bahwa Ekspedisi Patriot menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus belajar langsung bersama masyarakat. Tim UNDIP hadir untuk mendampingi masyarakat, menerapkan inovasi, serta memastikan rekomendasi yang disusun benar-benar berasal dari kebutuhan lapangan.
Di UNDIP sendiri pelaksanaan Ekspedisi Patriot dilaksanakan di bawah LPPM yang diketuai oleh Ketua LPPM UNDIP, Prof. Dr.-Ing. Suherman, ST, MT, dan Wakil Ketua Bidang Pengabdian Prof. dr. Achmad Zulfa Juniarto, M.Si.Med., Sp
Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 1 Tanpa Kemiskinan, SDG 2 Tanpa Kelaparan, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Melalui Ekspedisi Patriot 2026, UNDIP menegaskan komitmennya untuk menghadirkan riset dan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Inilah wujud nyata semangat UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat. (Komunikasi Publik/ UNDIP/ Tim Ekspedisi Patriot)











