UNDIP, Senggi Kabupaten Keerom (25/9) – Potensi besar Kawasan Transmigrasi Senggi di Kabupaten Keerom, Papua, khususnya pada sektor peternakan sapi di Satuan Pemukiman 2 (SP 2) masih terkendala oleh praktik kawin sedarah (inbreeding) akibat terbatasnya sirkulasi genetik ternak di kawasan tersebut.
Menjawab tantangan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (TEP UNDIP) Tim 3 yang diketuai oleh Ir. Daud Samsudewa, S.Pt., M.Si., Ph.D., IPM., merumuskan solusi jangka panjang melalui perbaikan mutu genetik berbasis inseminasi buatan (IB) serta penataan pengelolaan ternak lewat kandang komunal berkonsep mini ranch. Langkah ini bertujuan mentransformasikan kawasan swadaya tersebut menjadi sentra pembibitan sapi yang terarah di Kabupaten Keerom.
Langkah awal kolaborasi ini diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) klaster peternakan pada Sabtu (29/8) yang mempertemukan lebih dari 30 peternak SP 2 Senggi bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Berdasarkan survei dan diskusi mendalam, tim 3 bersama warga memetakan berbagai kendala lapangan seperti ukuran tubuh ternak yang kecil, pertumbuhan lambat, penurunan performa akibat inbreeding, dan kualitas hijauan pakan ternak (HPT) yang perlu ditingkatkan.
Dari forum tersebut, lahir 5 (lima) peternak perintis yaitu Hariyanto, Ikhsanudin, Hatta, Bambang, dan Bayu, yang dikukuhkan sebagai local champions sekaligus motor penggerak kelompok bernama PATRIOT PERINTIS (Peternak Indonesia Timur Senggi) yang diharapkan mampu menjaga keberlanjutan subsektor peternakan, bahkan setelah masa penugasan tim berakhir. “Kita semua diuntungkan. Lima orang inilah yang akan menjadi awal untuk belajar dan berkembang bersama, baik dari sisi ilmu maupun teknologi peternakan. Mari kita kerja bersama” kata Hariyanto, peternak yang dipilih menjadi koordinator Subsektor Peternakan MCM Kotop Satu Hati “PATRIOT PERINTIS”.

Keberhasilan pembentukan kelompok perintis ini tidak lepas dari keaktifan warga yang sudah terlihat jauh hari. “Kami melihat ada beberapa peternak yang memiliki kemauan untuk maju dan mengambil peran sejak tim kami melakukan survei awal. Mereka inilah yang kemudian kami dorong menjadi local champions, bukan hanya untuk menjalankan program, tetapi juga menjadi penggerak bagi peternak lainnya,” tambah Slyses Merryl, anggota TEP UNDIP Tim 3.
Konsolidasi lanjutan pada Minggu (30/8) menetapkan pembentukan resmi subsektor peternakan SP 2, mencakup penentuan lokasi demonstration plot (demplot), inventarisasi sarana dan prasarana, hingga penyusunan skema iuran anggota. Tim lintas bidang TEP UNDIP yang membidangi peternakan, desain perkandangan, rumah kompos, dan biochar turun langsung ke lapangan melakukan pengukuran lahan demplot. Demplot ini dirancang sebagai fondasi kandang komunal berbasis Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) yang mengintegrasikan pemeliharaan ternak, budidaya pakan, pengolahan limbah menjadi pupuk kompos, serta pemanfaatan biochar.
Sebagai agenda operasional dalam dua pekan ke depan, fokus kegiatan diarahkan pada pembersihan lahan demplot dan penyiapan budidaya pakan ternak yang disesuaikan dengan hasil uji laboratorium sampel hijauan lokal dari lokasi penggembalaan Senggi. Pembangunan kandang komunal di SP 2 ini diproyeksikan sebagai pilot project sebelum direplikasi ke titik-titik lain di Kawasan Transmigrasi Senggi.
Keberhasilan inisiatif ini dinilai bukan sekadar dari berdirinya fisik kandang, melainkan dari kemandirian para local champions dalam mengelola, mengembangkan, dan menggerakkan subsektor peternakan secara mandiri. Lima peternak (Hariyanto, Ikhsanudin, Hatta, Bambang, dan Bayu) menjadi wajah awal dari semangat tersebut. Dari SP 2, langkah kecil ini diharapkan menjadi fondasi untuk membangun ekosistem peternakan yang lebih terarah, berkelanjutan, dan terintegrasi, sekaligus membuka jalan menuju cita-cita menjadikan Senggi sebagai salah satu sentra bibit sapi di Kabupaten Keerom.
“Harapan kami, Senggi dapat berkembang menjadi salah satu sentra bibit sapi di Kabupaten Keerom. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan peternak yang berani menjadi perintis, penggerak, yang luar biasa. Inilah semangat yang kami bawa melalui PATRIOT. Lima peternak ini adalah langkah awal untuk menggerakkan lebih banyak peternak agar maju bersama,” ujar Daud Samsudewa, Ketua TEP UNDIP Tim 3.
Melalui semangat kolektif PATRIOT PERINTIS ini, turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan ekonomi masyarakat, SDG 2 (Tanpa Kelaparan) lewat peningkatan produktivitas peternakan, dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, penyuluh, dan masyarakat. (Komunikasi Publik/UNDIP)











