UNDIP, Semarang (25/9) – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali mencatatkan capaian membanggakan dalam pemeringkatan keberlanjutan internasional. Pada UI GreenMetric World University Rankings 2026, UNDIP berhasil menempati peringkat ke-20 dunia, peringkat ke-3 di Asia, serta mempertahankan peringkat ke-2 nasional.
Capaian tersebut sekaligus menandai keberhasilan UNDIP mempertahankan posisi peringkat ke-2 nasional selama tujuh tahun berturut-turut, sejak 2020 hingga 2026. Pada 2024, UNDIP tercatat berada di posisi ke-26 dunia dan ke-4 Asia, kemudian meningkat menjadi peringkat ke-23 dunia dan ke-4 Asia pada 2025, sebelum kembali naik menjadi peringkat ke-20 dunia dan ke-3 Asia pada 2026.
Berdasarkan hasil resmi UI GreenMetric 2026, UNDIP memperoleh total skor 9.337,5. Pada kategori Energy and Climate Change, UNDIP mencatat skor 1.900; Transportation 1.650; Waste 1.550; Education and Research 1.287,5; Governance and Digitalization 1.025; Water 1.000; serta Setting and Infrastructure 925.
Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa peningkatan posisi UNDIP di tingkat dunia merupakan hasil kerja sama seluruh unsur universitas dalam menjadikan prinsip keberlanjutan sebagai bagian dari tata kelola, pendidikan, penelitian, dan kehidupan kampus.
“Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh civitas academica dan keluarga besar UNDIP. Bagi kami, keberlanjutan bukan semata-mata soal peringkat, melainkan tentang bagaimana ilmu pengetahuan, inovasi, dan tata kelola universitas benar-benar memberikan dampak bagi lingkungan dan masyarakat. Naiknya UNDIP ke peringkat 20 dunia dan 3 Asia menunjukkan bahwa transformasi yang kita jalankan berada pada arah yang semakin baik,” ujar Prof. Suharnomo.
“Target tentu penting, termasuk bagaimana UNDIP dapat terus meningkatkan posisinya di tingkat dunia. Namun, yang lebih penting lagi adalah memastikan setiap program keberlanjutan dapat diukur dampaknya, dikembangkan berbasis riset, dan direplikasi untuk menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat. Inilah semangat UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat,” tambahnya.
Tantangan Baru Governance and Digitalization
UI GreenMetric 2026 menghadirkan perubahan penting dalam metodologi penilaian dengan memasukkan Governance and Digitalization (GD) sebagai indikator ketujuh dengan bobot 11 persen. Indikator tersebut mengukur, antara lain, anggaran untuk keberlanjutan, laporan keberlanjutan dan keuangan, kelembagaan yang menangani sustainability, penggunaan teknologi informasi dalam perencanaan dan pemantauan, pemanfaatan teknologi digital seperti AI dan IoT, sistem integritas dan pengaduan, hingga literasi digital.
Direktur DRKKG UNDIP, Prof. Hadiyanto, mengatakan bahwa perubahan indikator tersebut menjadikan kompetisi UI GreenMetric 2026 semakin menantang sekaligus mendorong universitas untuk melihat keberlanjutan secara lebih menyeluruh.
“Alhamdulillah, atas izin Allah, Universitas Diponegoro berhasil meraih peringkat 20 dunia dan 3 di Asia dalam UI GreenMetric 2026. Capaian ini menjadi bukti nyata atas kinerja dan komitmen UNDIP dalam mewujudkan kampus hijau dan berkelanjutan,” ujar Prof. Hadiyanto.
Ia menjelaskan bahwa masuknya Governance and Digitalization sebagai indikator ketujuh memberikan dimensi baru dalam pengukuran kinerja keberlanjutan perguruan tinggi.
“Tahun ini menghadirkan tantangan baru dengan masuknya Governance and Digitalization sebagai indikator ketujuh. Ke depan, UNDIP akan terus memperkuat inovasi pada seluruh indikator melalui berbagai program seperti UNDIP Zero Waste, pengolahan air buangan, dan pengembangan transportasi hijau,” jelasnya.
“Kami berharap berbagai inovasi tersebut terus berkembang dan memberikan dampak nyata, sehingga UNDIP dapat terus meningkatkan kinerja keberlanjutan dan melangkah menuju 10 besar dunia,” lanjut Prof. Hadiyanto.

Dari Zero Waste hingga Pengelolaan Air Berbasis Teknologi
Peningkatan kinerja keberlanjutan UNDIP ditopang oleh berbagai program yang terus dikembangkan di tingkat universitas, fakultas dan sekolah. Salah satunya adalah UNDIP Zero Waste yang pelaksanaannya berlandaskan Peraturan Rektor Nomor 5 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah. Program ini menerapkan prinsip 5R dan mengembangkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai pusat inovasi dan pembelajaran berbasis sains.
Di TPST UNDIP, sampah organik antara lain diolah menjadi kompos; sisa makanan dimanfaatkan melalui budidaya maggot, sementara teknologi pirolisis dikembangkan untuk mengolah berbagai jenis limbah menjadi produk bernilai. UNDIP juga mengembangkan mekanisme partisipasi civitas academica dalam pemilahan dan pengurangan sampah dari sumbernya.
Inovasi keberlanjutan juga berkembang melalui SV Zero Discharge di Sekolah Vokasi UNDIP. Program tersebut mengintegrasikan pengelolaan air, energi, dan limbah berdasarkan prinsip ekonomi sirkular. Air hujan dimanfaatkan kembali, air limbah domestik diolah untuk kebutuhan nonkonsumsi seperti penyiraman tanaman dan flushing toilet, sementara sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) digunakan untuk memantau indikator keberlanjutan secara real time.
Di bidang energi, UNDIP juga telah mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan, termasuk panel surya, serta menerapkan sejumlah infrastruktur dan sistem efisiensi energi. Berbagai program tersebut memperkuat pendekatan UNDIP bahwa kampus berkelanjutan tidak hanya diwujudkan melalui penghijauan, tetapi juga melalui integrasi riset, teknologi, perubahan perilaku, tata kelola, dan inovasi lingkungan.
UI GreenMetric World University Rankings 2026 merupakan penyelenggaraan ke-17 dan melibatkan 2.016 institusi dari 110 negara, menjadikannya salah satu pemeringkatan universitas global dengan fokus khusus pada kinerja keberlanjutan institusi. Tahun ini UI GreenMetric mengangkat tema “Advancing Sustainable Campuses through Governance, Digitalization, and Integrated Performance.”
Capaian UNDIP di posisi 20 besar dunia sekaligus memperkuat konsistensi universitas dalam mengembangkan ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, hijau, inovatif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat. (Komunikasi Publik/UNDIP)










