UNDIP, Semarang (20/1) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) Universitas Diponegoro (UNDIP) menerima kunjungan resmi dari Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) pada Selasa, 20 Januari 2026 pukul 09.00 WIB di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) UNDIP ini bertujuan untuk melakukan studi banding terkait manajemen risiko dan inovasi pengelolaan lingkungan di institusi pendidikan tinggi.
Kegiatan awal dimulai dengan tim perwakilan Universitas Muhammadiyah Semarang berkesempatan melihat langsung alat dari inovasi pengelolaan sampah yang dikembangkan oleh UNDIP serta melakukan tour fasilitas TPST untuk memahami alur kerja teknis pengolahan limbah secara komprehensif.
Acara dibuka dengan pemaparan Safety Induction di Ruang Undip Circular Campus Studio (UCCS) sebagai prosedur standar keselamatan. Setelah itu dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC serta sambutan dari Wakil Rektor Perencanaan, Keuangan, Aset, Bisnis dan Kerumahtanggaan Universitas Diponegoro, Dr. Warsito Kawedar, S.E., M.Si., Akt., dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi ini. “Kerja sama antar institusi pendidikan dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja adalah fondasi untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman, produktif, dan berkelanjutan. Kami berharap kunjungan ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan yang bermanfaat bagi kedua belah pihak,” sambutnya.
Sementara itu, Ka. Prodi S1 Kesehatan Masyarakat UNIMUS, Mifbakhuddin, S.K.M., M.Kes., menyampaikan apresiasinya dalam sambutan balasan. “Kami hadir di Universitas Diponegoro untuk menimba ilmu dan melihat secara langsung implementasi pengelolaan limbah serta sistem K3L yang telah diakui keunggulannya, guna memperkuat standar operasional serta kurikulum di Universitas Muhammadiyah Semarang,” ungkapnya.
Sebagai pemapar utama, Kepala UPT K3L UNDIP, Dr. Bina Kurniawan, S.K.M., M.Kes., menjelaskan profil dan program kerja UPT secara mendalam. “UPT K3L UNDIP berkomitmen menjadi rujukan dalam pengelolaan risiko kampus, di mana kesadaran personel menjadi kunci utama keberhasilan program kerja kami dalam menjaga kelestarian lingkungan universitas.” pungkas Dr. Bina Kurniawan.
Kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan mampu menjadi katalisator bagi terciptanya kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan riset dan kebijakan K3 di lingkungan akademis. Melalui pertukaran wawasan teknis dan manajerial ini, kedua institusi sepakat untuk terus meningkatkan standarisasi keamanan dan kenyamanan lingkungan kerja demi mendukung pencapaian visi pendidikan. (Komunikasi Publik/UNDIP/Riri)







