UNDIP, Semarang (21/1) — Universitas Diponegoro melalui Unit Pelaksana Teknis Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (UPT K3L) menerima kunjungan kerja Universitas Brawijaya (UB) pada Rabu, 21 Januari 2026, di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kampus UNDIP Tembalang. Kegiatan benchmarking ini diikuti oleh 15 orang perwakilan Divisi K3L UB yang antusias mengikuti campus tour UNDIP sekaligus berbagi praktik baik dalam penguatan sistem K3L dan pengelolaan lingkungan kampus berkelanjutan.
Rombongan UB disambut jajaran UPT K3L UNDIP di Ruang UNDIP Circular Campus Studio (UCCS) sekaligus memperoleh penjelasan tentang alur pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan di tingkat fakultas, pengolahan sampah organik dan anorganik, hingga berbagai inovasi berbasis ekonomi sirkular yang dikembangkan UNDIP. Kawasan TPST juga diperkenalkan sebagai ruang edukatif terbuka yang terus ditata agar semakin nyaman dan representatif sebagai pusat pembelajaran publik.
Kepala UPT K3L UNDIP, Dr. Bina Kurniawan, S.K.M., M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan Universitas Brawijaya sekaligus menegaskan komitmen UNDIP menjadikan TPST sebagai laboratorium pembelajaran terbuka. “TPST tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas teknis, tetapi juga pusat edukasi, riset, dan kolaborasi. Kami membuka ruang bagi mahasiswa, dosen, peneliti, maupun mitra eksternal untuk penelitian, magang, hingga KKN, agar TPST terus berkembang sebagai laboratorium lintas institusi,” ujarnya.
Dr. Bina juga menjelaskan bahwa UPT K3L berdiri sejak 2021 dan berfungsi sebagai unit strategis di bawah koordinasi Wakil Rektor II. Penerapan K3L di UNDIP bertumpu pada tiga pilar utama, yakni keselamatan dan kesehatan kerja, kampus sehat, serta lingkungan, yang diperkuat melalui berbagai regulasi internal, termasuk Peraturan Rektor Nomor 18 Tahun 2025 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan Peraturan Rektor Nomor 5 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah. UNDIP juga membentuk Satgas K3 yang melibatkan lebih dari 160 dosen dan tenaga kependidikan bersertifikat untuk melakukan inspeksi, patroli keselamatan, dan mitigasi risiko di seluruh unit kerja.
Ia memaparkan sejumlah inovasi layanan K3L, antara lain aplikasi darurat ‘Hero’, program kampus sehat seperti cek kesehatan gratis (CKG), skrining kesehatan mental, penguatan kantin sehat, serta kawasan tanpa rokok. Di bidang lingkungan, fokus diarahkan pada pengelolaan sampah domestik dan limbah B3, pengolahan kompos, pengembangan maggot, pirolisis, dan daur ulang plastik, serta inovasi riset dosen seperti konversi plastik menjadi BBM dan mesin pemilah sampah digital.
Sementara itu, Kepala Divisi K3L Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Qomariyatus Sholihah, M.Kes., turut mengapresiasi sambutan hangat UNDIP dan menilai kunjungan ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus berbagi praktik baik antarperguruan tinggi. Ia mengungkapkan studi banding ini merupakan bagian dari komitmen UB dalam menguatkan sistem K3 berstandar internasional guna mewujudkan kampus yang aman dan ramah lingkungan. Menurutnya, sinergi dan kolaborasi berkelanjutan antara UB dan UNDIP penting untuk memperkuat sistem serta budaya K3L di lingkungan perguruan tinggi. Ia juga menuturkan bahwa Divisi K3L UB harus menjadi role model, baik bagi internal kampus maupun lingkungan sekitar, terlebih momentum kunjungan ini berlangsung dalam Bulan K3 Nasional.
Prof. Qomariyatus menambahkan bahwa kunjungan ke UNDIP juga dilatarbelakangi capaian UPT K3L UNDIP yang meraih Penghargaan Juara 1 sebagai Mitra Bhakti Husada Tahun 2025 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk kategori Perlindungan Kesehatan Pekerja Perkantoran pada 8 Desember 2025 lalu. “Kami ingin belajar langsung dari praktik baik UNDIP agar penguatan K3L di UB dapat berjalan lebih terstruktur, bertahap, dan berdampak nyata,” ujarnya. Ia menegaskan pentingnya penguatan sistem manajemen K3L sebagai tanggung jawab moral untuk melindungi civitas academica, sejalan dengan standar internasional seperti ISO 45001 dan ISO 14001.
Prof. Qomariyatus juga menjelaskan bahwa Divisi K3L UB masih berada pada fase penguatan kelembagaan dan tengah mengembangkan berbagai inisiatif, mulai dari penguatan SOP, peningkatan tenaga bersertifikat, hingga sistem digital pemantauan fasilitas keselamatan. Ia berharap kunjungan ini menjadi titik awal kolaborasi berkelanjutan antara UB dan UNDIP dalam membangun kampus yang aman, sehat, dan ramah lingkungan.
Kunjungan ini diharapkan mempererat jejaring kerja sama antarkampus, khususnya dalam pengembangan sistem pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, Universitas Diponegoro menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang konsisten menghadirkan solusi nyata di bidang keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas menuju kampus hijau dan berkelanjutan di Indonesia. (Komunikasi Publik/UNDIP/DHW)






