UNDIP, Tegal (22/1) – Stunting masih menjadi masalah di Indonesia, termasuk di Kota Tegal. Diperlukan upaya bersama oleh segenap komponen bangsa untuk bekerjasama mengatasi masalah stunting. Oleh karena itu Program Doktor Kesehatan Masyarakat (DKM) FKM UNDIP melakukan upaya pencegahan stunting melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “DKM Mengabdi, Tegal Ceria” yang digelar di Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, pada 15 Januari 2025.
Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi dan implementasi peran UNDIP, khususnya Prodi DKM FKM UNDIP untuk berperan serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting, sesuai dengan semboyan UNDIP untuk menjadi Universitas yang bermartabat dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Dalam pengabdian masyarakat ini, mahasiswa DKM UNDIP mendorong pemanfaatan pangan lokal yang terjangkau dan bernilai gizi, khususnya pangan berbasis ikan sebagai sumber protein hewani. Dilakukan pemberian edukasi mengenai gizi seimbang, diversifikasi pangan, dan pengolahan makanan sehat menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan keluarga, sebagai upaya pencegahan stunting.
Kegiatan PKM dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif yang menarik masyarakat untuk ikut hadir dalam acara tersebut. Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Tegal, Hj. Tazkiyatul Muthmainnah, S.K.M., M.Kes. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya percepatan program penanganan stunting melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan praktik gizi di tingkat keluarga, khususnya pada kelompok rentan dan keluarga yang memiliki balita.
Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dihadiri juga oleh pemangku kepentingan berbagai lintas sektor, antara lain Perwakilan Bappeda Kota Tegal, Kepala Puskesmas Slerok, Camat Tegal Timur, dan Sekretaris Kelurahan Slerok. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menunjukkan kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapatkan dukungan tidak hanya masyarakat, tapi juga pemerintah kota Tegal bersama jajarannya. Hal ini menunjukkan upaya UNDIP, khususnya Prodi DKM FKM UNDIP untuk hadir ditengah masyarakat dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama untuk penguatan ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat dan pemerintah Kota Tegal.
Dalam sambutannya, Yudhy Dharmawan, S.K.M., M.Kes., M.Sc., Ph.D. selaku Sekprodi DKM UNDIP, menyatakan kembali komitmen Prodi DKM UNDIP untuk turut serta berkontribusi terhadap pembangunan kesehatan masyarakat, supaya perguruan tinggi tidak dikenal sebagai “Menara Gading”. Yudhy juga berharap semua mahasiswa ini mampu memberikan kontribusi berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan serta ketahanan pangan khususnya di Kota Tegal untuk mencegah stunting.
Apresiasi juga disampaikan dr Emy Haryati, M.H.Kes., Cibtac., Cht. selaku Kapala Puskesmas Slerok, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Program Studi Doktoral Kesehatan Masyarakat (DKM) Universitas Diponegoro (UNDIP) yang telah memilih RW 5 Kelurahan Slerok sebagai lokasi pelaksanaan PKM bertema pencegahan stunting, diharapkan menjadi kontribusi nyata untuk memperkuat kapasitas pengetahuan sekaligus mendorong peran aktif keluarga dalam menjaga tumbuh kembang balita.
Senada, Sekretaris Kelurahan Slerok menyatakan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Tim FKM UNDIP serta tim PKM mahasiswa S3 DKM FKM UNDIP atas dipilihnya Kelurahan Slerok sebagai lokasi pelaksanaan pengabdian masyarakat. Pemerintah kelurahan Slerok menyatakan siap mendukung dan memfasilitasi kelancaran seluruh rangkaian kegiatan dan berharap kegiatan ini mendatangkan kesejahteraan bagi warga.
Dalam pengabdian ini terdapat sesi inti, di mana peserta mendapat pembekalan praktis mulai dari antropometri yang tepat (pengukuran berat badan, tinggi badan, LILA, hingga lingkar kepala) serta cara membaca KMS pada buku KIA untuk memantau tren pertumbuhan anak. Juga dilakukan edukasi melalui materi Isi Piringku yang menekankan pentingnya protein hewani sebagai strategi kunci pencegahan stunting, disampaikan oleh mahasiswa DKM UNDIP dengan bahasa yang mudah dipahami dan berlansung dengan ceria dan santai.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Lomba Kreasi Makanan berbahan dasar ikan dengan batas anggaran Rp 50.000, di mana peserta mempresentasikan menu olahan ikan untuk pencegahan stunting bagi balita. Kegiatan ini melibatkan 25 ibu balita dan 25 pendamping, termasuk keluarga dan suami, juga didukung kader kesehatan serta unsur wilayah setempat. Kegiatan ini berlagsung dengan semarak dan berhasil meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan keluarga dalam memantau tumbuh kembang serta menyiapkan menu bergizi yang realistis dan terjangkau untuk pencegahan stunting di Kota Tegal. (Komunikasi Publik/UNDIP/Tim FKM ed. As3)
Sumber : fkm.undip.ac.id






