UNDIP, Semarang (3/5) – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP) sukses menorehkan prestasi membanggakan di panggung internasional. Tim “Indonesia 1” berhasil meraih Bronze Prize dalam kompetisi bertajuk Alliance Students’ Venture Forum (ASVF) 2026. Kompetisi ini digelar pada 1-4 April di Seoul, Korea Selatan.
ASVF adalah kompetisi kewirausahaan bergengsi yang digelar oleh The Korea Economic Daily bekerja sama dengan KT&G. Dalam kompetisi ini, tim yang terdiri dari Novi Istiyani, Nikken Permata Rahmasari, dan Risala Sujat Swara ini menggagas rintisan bernama Biohidrogeno.
Novi Istiyani, salah satu anggota tim menjelaskan, Biohidrogeno merupakan produk yang bisa mengubah limbah organik dari rumah tangga dan restoran menjadi sumber energi bersih. Melalui produk ini, Tim Indonesia 1 mengenalkan solusi ekonomi yang lebih ramah lingkungan serta berkelanjutan.
“Kami mengubah limbah organik dari rumah tangga dan restoran menjadi sumber energi bersih. Inovasi ini hadir sebagai solusi circular economy, yang mengubah beban limbah menjadi aset energi yang berkelanjutan, sekaligus mendukung dekarbonaisasi di skala komunitas,” ujar Novi.

Ia menambahkan, ide ini berhasil menang karena membawa isu yang kurang populer, yaitu isu lingkungan. Dengan membawa topik tersebut, tim Indonesia 1 berhasil mengalahkan berbagai rintisan dari berbagai negara seperti Turki, Mongolia, dan Taiwan.
“Menurut kami, kuncinya ada di positioning yang tepat. Di saat mayoritas tim lain berfokus pada inovasi digital seperti AI, kami memilih jalan yang berbeda dengan fokus pada isu lingkungan,” tambahnya.
Novi mengaku bangga dengan capaian ini. Semula ia tidak menyangka timnya bisa mendapatkan juara dalam perlombaan ini.
“Sedari awal tujuan utama kami sebelumnya adalah mencari pengalaman… Kami merasa sudah sangat cukup dengan apa yang kami dapat selama mengikuti kegiatan ini. Dan mendapatkan award adalah pencapaian bonus di luar rencana kami,” terang Novi.
Ia berharap, kemenangan ini bisa menjadi pemicu bagi timnya untuk bisa terus mengembangkan berbagai inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Kami tidak ingin berhenti di sini. Harapan kami untuk ke depannya adalah terus konsisten menciptakan inovasi yang fokus pada isu lingkungan dan ekonomi sirkular. Kami ingin teknologi yang kami kembangkan punya dampak nyata,” harapnya. Capaian ini menunjukkan UNDIP telah mencetak generasi inovatif yang siap menghadirkan teknologi yang bermanfaat untuk masyarakat. (Komunikasi Publik FT/ UNDIP/ ed. Nurul)







