International Community Service UNDIP dan Kagoshima University: Dari Kader Puskesmas, Lansia, Balita hingga Pertukaran Mahasiswa Jepang

UNDIP, Semarang (6/9) – Departemen Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (UNDIP) berkolaborasi dengan School of Health Science Faculty of Medicine Kagoshima University, Jepang dalam program pengabdian masyarakat yang bertajuk “International Community Service” yang dilaksanakan di Puskesmas Rowosari, Kota Semarang. Program ini berjalan dalam dua kali tahapan, tahapan pertama dilaksanakan pada hari Kamis, 20 Agustus 2026 dan tahapan kedua dilaksanakan pada tanggal 3 September 2026. Keduanya berfokus pada edukasi kesehatan lansia dan tumbuh kembang anak bayi hingga balita.

Pada tahapan pertama, kegiatan berfokus pada edukasi dan pelatihan kader tentang intervensi holistik pada lansia dengan penyakit tidak menular berupa penanganan pada penyakit Diabetes Melitus dan yoga chair. Selanjutnya, kader memfasilitasi lansia dalam mempraktikkan yoga chair. Selain itu, para lansia juga diajarkan melipat origami oleh mahasiswa pertukaran dari Kagoshima University Jepang.

Tak hanya itu, para lansia juga difasilitasi dengan cek kesehatan gratis oleh para dosen. Materi tentang penanganan penyakit Diabetes Melitus disampaikan langsung oleh Prof. Yatsushiro Rika dari Kagoshima University Jepang. Beliau menyampaikan mulai dari gejala awal penyakit Diabetes Melitus hingga cara penanganannya. Selain itu, beliau bercerita bagaimana Jepang memberdayakan lansia mengingat lansia di Jepang jumlahnya cukup masif. Sedangkan materi yoga chair disampaikan oleh Elis Hartati, S.Kep., M.Kep.

Program ini secara resmi dibuka langsung oleh Dr. Anggorowati, S.Kp., M.Kep.Sp.Mat selaku Kepala Departemen Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Ia berharap dengan adanya program pengabdian masyarakat ini dapat memfasilitasi warga untuk mengetahui sejak dini penyebab penyakit tidak menular khususnya Diabetes Melitus. Kepala Puskesmas Rowosari, drg. Nugraheni Panca Indriyawati juga turut memberikan sambutan hangat pada hari pertama. Ia merasa senang dengan adanya program ini pihak Puskesmas Rowosari terbantu untuk memberikan penyuluhan edukasi kesehatan kepada warga Rowosari dan sekitarnya.

Tahapan kedua dari “International Community Service” adalah screening dan monitoring tumbuh kembang anak bayi dan balita. Berbeda dengan tahapan sebelumnya, tahapan ini berfokus pada kesehatan bayi dan balita dari usia 6 sampai 72 bulan. Screening perkembangan menggunakan form KPSP dengan fokus pemeriksaan pada motorik halus, motorik kasar, bahasa, dan personal sosial. Antusias ceria dari anak-anak turut meramaikan acara yang diselenggarakan pada hari ini. Selain itu, para dosen juga memfasilitasi kepada warga untuk berkonsultasi terkait tumbuh kembang anaknya.

Seluruh rangkaian program “International Community Service” telah selesai dilaksanakan. Program ini menuai banyak respon positif dari warga dan juga mahasiswa. Salah satunya, Honoka, mahasiswi School of Health Science Faculty of Medicine Kagoshima University Jepang. Ia menilai bahwa selama mengikuti program ini ia mendapatkan insight baru tentang pengalaman berinteraksi secara langsung dengan warga kaitannya dalam pelayanan kesehatan. Ia juga menambahkan bahwa ia mempelajari banyak hal tentang bagaimana pola asuh anak oleh orang tua di Indonesia.

Melalui International Community Service ini, kedua institusi berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, melainkan bisa menjadi langkah awal untuk menuju perubahan yang berdampak dan berkelanjutan, khususnya dalam penanganan penyakit tidak menular Diabetes Melitus serta pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita. (Komunikasi Publik/UNDIP)

Share this :
SDG-17
SDG-3
SDG-4-150x150-1