UNDIP, Semarang (2/1) – Program Hilirisasi Riset (Hiliriset) Sinergi 2025 secara resmi meluncurkan inovasi unit pengering rumput laut model hibrida surya-biomassa berkapasitas 2.000 kg untuk memperkuat sektor agroindustri. Proyek strategis ini dipimpin oleh Prof. Dr. Moh Djaeni, S.T., M.Eng. bersama tim peneliti yang terdiri dari Prof. Ir Andri Cahyo Kumoro, S.T., M.T., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. , Dr. Laeli Kurniasari, S.T., M.T., serta Anang Yudi Riswanto, S.T., M.M. (mitra DUDI – PT Mutiara Global Industry), serta tim lainnya. Kolaborasi ini hadir sebagai solusi atas problematika pengeringan konvensional yang sangat bergantung pada fluktuasi cuaca, memakan waktu lama, serta menyebabkan pemborosan energi yang menurunkan daya saing produk di pasar nasional.

Implementasi teknologi ini bertujuan untuk memutus ketergantungan para pelaku usaha pada faktor lingkungan yang tidak menentu melalui sistem pengeringan yang lebih stabil dan terkendali. Penggunaan metode hibrida memastikan proses pengeringan tetap berjalan optimal dalam berbagai kondisi cuaca, sehingga produktivitas dan higienitas produk tetap terjaga sepanjang tahun. Dengan standardisasi teknologi yang tepat guna, inovasi ini diproyeksikan mampu memberikan nilai tambah yang signifikan pada komoditas rumput laut nasional agar memiliki kualitas yang konsisten serta kompetitif di tingkat global.
Secara teknis, unit pengering ini mengintegrasikan penggunaan adsorber zeolit untuk menurunkan tingkat kelembapan udara lingkungan secara signifikan sebelum dialirkan ke ruang pengering. Udara kering yang dihasilkan kemudian dipanaskan dan dialirkan secara kontinu guna menghasilkan laju pengeringan yang jauh lebih cepat dibandingkan metode tradisional. Untuk menjamin akurasi kualitas hasil riset, tim peneliti melakukan pengukuran parameter teknis secara presisi menggunakan RH meter untuk memantau kelembapan serta anemometer untuk mengukur laju aliran udara di dalam sistem.

Kesuksesan program hilirisasi ini didukung penuh oleh PT Mutiara Global Industri sebagai mitra manufaktur yang bertanggung jawab atas aspek desain, fabrikasi, hingga pengujian unit mesin di lapangan. Sebagai perusahaan yang memiliki spesialisasi dalam perancangan mesin agroindustri, peran mitra sangat krusial dalam mentransformasikan hasil riset menjadi produk teknologi yang siap diaplikasikan pada skala industri. Seluruh proses pengembangan dilakukan secara komprehensif, mulai dari studi awal hingga tahap penerapan melalui mekanisme Focus Group Discussion (FGD) guna memastikan kesiapan teknologi sesuai dengan standar sektor manufaktur. Program yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tahun 2025 ini merepresentasikan semangat kolaborasi antara berbagai akademisi dan dunia usaha dalam mendorong kemandirian teknologi nasional. Implementasi teknologi pengering hibrida ini merupakan kontribusi nyata dalam menciptakan dampak positif bagi pembangunan ekonomi Indonesia melalui modernisasi proses pascapanen. Dengan memberikan manfaat riil bagi masyarakat dan industri, sinergi ini membuktikan komitmen bersama dalam menjunjung tinggi keunggulan akademik dan kemajuan bangsa. (Komunikasi Publik/UNDIP/Riri)







