UNDIP, Korea Selatan, (11/4) – Lima mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung di Yonsei University, Korea Selatan, melalui program exchange selama satu bulan, pada 2 Maret–1 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Enhancing Quality Education for International University Recognition (EQUITY Project) yang didukung oleh Dana Abadi Perguruan Tinggi (DAPT) dan dijalankan melalui skema Inbound Student Internship (outbound) sebagai upaya mendorong internasionalisasi kampus.
Program ini diikuti oleh lima mahasiswa yang terdiri dari empat mahasiswa jenjang S1 Kesehatan Masyarakat dan satu mahasiswa jenjang S2 Epidemiologi, yaitu Surya Natanegara, Mutiara Rizqi Yuwanita, Ajeng Dwi Wusono, Nabila Gusvie Qanita, dan Angela Pricillia Helen. Setelah melalui proses seleksi, kelima mahasiswa terpilih untuk mengikuti program dan menjalani pembelajaran intensif di Yonsei University, Korea Selatan, selama 1 bulan.
Selama di Yonsei University, para mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan yang menggabungkan teori dan praktik laboratorium di bidang epidemiologi dan entomologi molekuler, serta penyakit menular molekuler. Kegiatan dilakukan melalui perkuliahan, pengenalan fasilitas laboratorium, serta hands-on training yang memberikan pengalaman langsung dalam berbagai teknik penelitian molekuler, mulai dari penerapan Good Laboratory Practice (GLP), ekstraksi dan amplifikasi DNA, hingga metode diagnostik seperti PCR, qPCR, dan RT-PCR. Selain itu, peserta juga dikenalkan pada teknologi sekuensing, seperti Sanger sequencing dan Next Generation Sequencing, serta penggunaannya untuk mendeteksi patogen, seperti African Swine Fever Virus (ASFV) dan Coxiella burnetii.
Pengalaman belajar semakin optimal dengan dukungan fasilitas laboratorium yang lengkap dan modern di Yonsei University. Akses terhadap berbagai teknologi dan sarana riset berstandar global ini menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman secara langsung, sekaligus memperkaya wawasan tentang praktik penelitian di tingkat internasional.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga memperluas wawasan dan cara pandang terhadap perkembangan riset di tingkat internasional. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal dalam mengembangkan keilmuan di lingkungan akademik Universitas Diponegoro, sekaligus mendorong kontribusi dalam pengembangan penelitian ilmu kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di bidang penyakit menular dan molekuler. Hal ini juga memperkuat komitmen Universitas Diponegoro dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di kancah global. (Komunikasi Publik/UNDIP/FKM)






