UNDIP Jadi Tuan Rumah INTENSE Program Education Fair 2026, Kuatkan Kerja Sama Indonesia dan Taiwan

UNDIP, Semarang (23/4) – Universitas Diponegoro (UNDIP) menjadi tuan rumah program kerja sama edukasi Taiwan Indonesia yaitu INTENSE(International Industrial Talents Education) Programs Education Fair 2026. Acara ini digelar di Muladi Dome, UNDIP Semarang pada Kamis, 23 April 2026 pukul 09:30 WIB.

Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. didampingi oleh Wakil Rektor IV, Wijayanto, S.I.P., M.Si., Ph.D. dan Sekretaris MWA, Prof. Dr. Ir. Agus Indarjo, M.Phil. secara langsung menyambut perwakilan dari Taiwan serta Rektor universitas mitra di Indonesia beserta jajaran.

Dalam kesempatan ini, hadir TETO Indonesia Director of Education Division, Mei-Chi Shih; Co-Principal Investigator of INTENSE Office, Prof. Chin-Chung Shen; dan Kepala Subdirektorat Penjaminan Mutu, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek, Kevin Leonard Michael Marbun, S.E., M.A.

Rektor UNDIP, Prof. Suharnomo menyambut kehadiran seluruh perwakilan institusi dan peserta seminar edukasi Taiwan-Indonesia. “Bersama kita siapkan teman-teman mahasiswa untuk mengasah kepercayaan diri agar berani keluar dari comfort zone dan menyiapkan mereka untuk menjelajah pengalaman internasional. Kolaborasi ini dijalin dengan berbagai institusi untuk membangun kolaborasi konkret sebagai solusi permasalahan global,” kata Prof. Suharnomo.

Ministry of Education Republic of China (Taiwan), Mr. Chun-Chang Chu melalui sambutan virtualnya menyebutkan bahwa kolaborasi ini merupakan kesempatan yang baik untuk menguatkan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Taiwan.

Perwakilan TETO Indonesia, Mei-Chi Shih menyatakan bahwa melalui kolaborasi institusi pendidikan tinggi bersama industri, Indonesia dan Taiwan memperkuat pengelolaan SDM yang berdaya saing global.

Prof. Chin-Chung Shen dari INTENSE Office menjelaskan bahwa melalui program ini mahasiswa akan mendapat bantuan biaya pendidikan hingga NT$100.000 selama 2 (dua) tahun. Ia melanjutkan, “Ilmu yang dipelajari juga dapat langsung diterapkan di dunia kerja karena lulusan Indonesia di Taiwan berkesempatan besar untuk direkrut perusahaan mitra di Taiwan. Selama program lanjut studi mahasiswa juga dibekali dengan pelajaran bahasa Mandarin sehingga dapat beradaptasi dengan kehidupan di Taiwan.”

INTENSE Program merupakan program beasiswa dari Kementerian Pendidikan Taiwan yang membuka peluang studi lanjut, magang dan berkarir bagi mahasiswa dari Asia Tenggara terutama dari Indonesia di bidang industri, khususnya di Taiwan. Melalui program ini, generasi muda dirancang untuk siap bersaing di industri global, utamanya di sektor sains, teknologi, mesin, semikonduktor, matematika, dan keuangan.

Mahasiswa D3/D4/S1, lulusan S1, S2, dan S3 berkesempatan bergabung pada kegiatan internasional seperti student exchange, internship, double degree, dan khususnya program INTENSE. Fasilitas yang didapat antara lain beasiswa termasuk biaya kuliah, tunjangan hidup, magang, dan tiket pesawat.

Selanjutnya, perwakilan Kemdiktisaintek, Kevin Leonard Michael Marbun, S.E., M.A. berbicara bahwa kolaborasi antar institusi ini adalah awal yang baik untuk kolaborasi internasional jangka panjang. “Terima kasih dan apresiasi kepada UNDIP sebagai tuan rumah. Semoga komitmen kita semua ini berjalan berkelanjutan dan berdampak nyata dengan hasil yang aplikatif bagi masyarakat,” pungkasnya.

Hadir mewakili Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, dr. Ikhwan Hamzah, M.Si. membacakan sambutan beliau yang secara penuh mendukung institusi pendidikan tinggi yang merancang ekosistem pendidikan inklusif serta terintegrasi dengan pelatihan praktis berbasis industri.

Kurikulum yang digunakan dirancang oleh Ministry of Education Taiwan untuk kolaborasi bersama industri dan bidang akademik, didukung oleh INTACT Base Jakarta, Bangka Belitung dan Surabaya. Di program INTENSE, mahasiswa memerlukan sertifikat TOCFL A2 untuk tahun pertama masuk dan TOCFL Bl untuk kelulusan tahun kedua.

Pada momen ini, dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Cooperation (MOC) oleh beberapa universitas mitra di Taiwan dan Indonesia, dengan institusi pendidikan tinggi Taiwan: Cheng Siu University, Hsing Wu University, dan Chaoyang University of Technology; serta dari Indonesia: Universitas Negeri Surabaya, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Katholik Widya Mandala Surabaya, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas Budi Luhur, Politeknik Industri ATMI, dan Universitas Esa Unggul. Kemudian dilanjutkan dengan sesi booth visit, Indonesia-Taiwan Rectors’ High Level Meeting, dan Campus Tour yang diikuti oleh pimpinan universitas terkait.

Pada kesempatan ini juga digelar pameran edukasi menghadirkan booth dari 14 universitas mitra di Taiwan. Mahasiswa dari berbagai universitas di Semarang yang hadir di sini mendapatkan edukasi mengenai masing-masing universitas pada sesi “Introduction of Taiwan Universities” dan sesi tanya jawab.

Acara ini dimeriahkan dengan sesi lucky draw yang menarik antusiasme para mahasiswa. Melalui INTENSE Programs Education Fair 2026, mahasiswa mendapatkan informasi lengkap dan kesempatan menjalin koneksi global, yang diharapkan meningkatkan minat mereka untuk melanjutkan studi lanjut di luar negeri. (Komunikasi Publik/UNDIP/Titis)

Share this :