UNDIP, Semarang (20/6) – Kabar menggembirakan datang dari civitas academica Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP). Aktsar Hamdi Tsalits, dosen Departemen Manajemen FEB UNDIP, menyelesaikan studi doktoralnya di National Chengchi University (NCCU), Taiwan, pada tahun 2025. Dalam proses penyelesaian disertasinya, ia berhasil memperoleh hibah penulisan disertasi yang termasuk salah satu program pendanaan doktoral bergengsi di Taiwan.
Hamdi, sapaan akrabnya, berhasil memperoleh Hibah Penulisan Disertasi Bidang Humaniora dan Ilmu Sosial dari National Science and Technology Council (NSTC) Taiwan untuk tahun 2024. Program hibah tersebut merupakan salah satu skema pendanaan penelitian doktoral yang cukup kompetitif di Taiwan. Pada tahun penyelenggaraan program tersebut, hanya 87 kandidat doktor dari berbagai universitas di seluruh Taiwan yang berhasil memperoleh pendanaan tersebut dimana tiap proposal mendapatkan hibah sebesar NTD 480.000.
“Seleksi hibah ini cukup ketat karena melibatkan kandidat doktor dari berbagai universitas di Taiwan. Saya bersyukur dapat menjadi salah satu penerima hibah tersebut” ujar Hamdi.
Hibah tersebut diberikan untuk mendukung proposal disertasinya yang berjudul Understanding the Mechanism of Signals and Political Connections in Influencing Firm Internationalization: Insights from Emerging Market Firms (EMFs). Penelitian ini berupaya menjelaskan bagaimana perusahaan-perusahaan dari negara berkembang mampu mengatasi berbagai hambatan ketika melakukan ekspansi ke pasar internasional.
“Perusahaan dari negara berkembang sering menghadapi tantangan berupa keterbatasan legitimasi dan sumber daya ketika memasuki pasar global. Karena itu, saya ingin memahami faktor-faktor yang dapat membantu mereka mengatasi keterbatasan tersebut dan meningkatkan peluang keberhasilan di pasar luar negeri,” jelasnya.
Dalam penelitiannya, Hamdi menyoroti dua mekanisme utama yang dapat mendukung internasionalisasi perusahaan dari negara berkembang. Mekanisme pertama adalah penggunaan berbagai sinyal perusahaan, seperti sertifikasi internasional dan teknologi asing, yang dapat meningkatkan kepercayaan mitra bisnis di luar negeri. Mekanisme kedua adalah pemanfaatan koneksi politik yang memungkinkan perusahaan memperoleh akses terhadap sumber daya maupun dukungan pemerintah.
Selain menguji kedua mekanisme tersebut, penelitian Hamdi juga mengkaji peran faktor internal perusahaan, seperti pengalaman internasional, aktivitas penelitian dan pengembangan (R&D), serta karakteristik industri, dalam memengaruhi efektivitas strategi internasionalisasi perusahaan.
“Saya juga ingin memahami apakah faktor-faktor internal perusahaan dapat memperkuat atau justru mengurangi efektivitas sinyal perusahaan maupun koneksi politik dalam mendorong ekspansi internasional,” jelasnya.
Sebelum memperoleh hibah dari NSTC Taiwan, sebagian hasil penelitian tersebut telah dipresentasikan pada Academy of International Business (AIB) Annual Conference 2023 di Warsawa, Polandia. Konferensi tersebut merupakan forum akademik paling bergengsi di bidang bisnis internasional yang dihadiri para peneliti terkemuka dunia, termasuk Profesor Peter Buckley.
“Kesempatan mempresentasikan penelitian di AIB Annual Conference memberikan pengalaman yang sangat berharga. Saya memperoleh banyak masukan dari para akademisi internasional yang membantu memperkuat pengembangan disertasi saya,” ungkap Hamdi.
Sebagian proposal penelitian tersebut juga dipresentasikan dalam College of Commerce Doctoral Research and Publication Camp 2023 yang diselenggarakan oleh National Chengchi University. Kegiatan ini menjadi ajang bagi mahasiswa doktoral di College of Commerce, National Chengchi University, untuk mempresentasikan dan mendiskusikan ide-ide penelitian mereka. Dalam kompetisi tersebut, Hamdi berhasil meraih penghargaan Best Presenter.
Hamdi berharap penelitian yang dikembangkannya dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur bisnis internasional, khususnya dalam memahami tantangan dan strategi internasionalisasi perusahaan dari negara berkembang. Ia juga berharap pengalaman akademiknya selama menempuh studi doktoral di Taiwan dapat memperluas peluang kolaborasi riset internasional bagi civitas academica FEB UNDIP. (Komunikasi Publik/UNDIP/FEB)








