PMBA 15 Hari Berbuah Hasil, UNDIP–UNAND Kawal Gizi Balita di Kecamatan Pauh dan Agam yang Terdampak Bencana Banjir Sumatera Barat

UNDIP, Sumatera Barat (12/01) – Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro (UNDIP) berkolaborasi dengan Universitas Andalas (UNAND) melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan judul “Optimalisasi Pemenuhan Gizi Balita, lbu Hamil, lbu Menyusui, dan Lansia Melalui Pendampingan Pos Gizi Darurat” di Lokasi Pengungsian Banjir Sumatera dengan ketua Binar Panunggal, S.Gz., M.P.H, dan anggota Dr. Etika Ratna Noer, S.Gz., M.Si., Dr. Fitriyono Ayustaningwarno, S.TP., M.Si., dan Dr. Nuryanto, S.Gz., M.Gizi., tim juga dibantu oleh Mursid Tri Susilo, S.Gz., M.Gizi., mahasiswa S1 Gizi UNDIP Muhammad Akmal Zaky, dan Wisnu Ravi Prabancono.

Tim menggelar berbagai kegiatan termasuk pembagian makanan yang dilanjutkan dengan makan bersama bagi balita terdampak bencana banjir. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemberian Makan Balita (PMBA) yang dilaksanakan di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, dan Puskesmas Koto Alam, Kabupaten Agam.

Pada hari ketiga pelaksanaan PMBA, kegiatan difokuskan pada pemantauan langsung konsumsi makanan oleh balita. Melalui agenda makan bersama di posko pengungsian, tim dapat mengamati secara langsung penerimaan makanan, respon balita terhadap menu yang disajikan, serta memastikan apakah makanan tersebut dikonsumsi dengan baik.

Pemantauan langsung ini dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan makanan yang disalurkan tidak hanya sampai kepada sasaran, tetapi juga benar-benar memenuhi kebutuhan balita sebagai kelompok rentan, terutama dalam kondisi pascabencana. Asupan gizi yang cukup dan tepat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan dan tumbuh kembang balita di situasi darurat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Orang tua balita turut mendampingi anak-anak mereka selama proses makan, sehingga balita merasa lebih nyaman. Selain mendukung pemenuhan gizi, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi antara tim pelaksana dan warga terdampak, serta memberikan dukungan moril di tengah kondisi bencana.

Pada kegiatan lainnya, Tim melaksanakan kegiatan Program Pemberian Makan Balita (PMBA) yang dipusatkan di dua lokasi, yaitu Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, dan Kabupaten Agam. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada distribusi makanan, tetapi juga disertai dengan skrining gizi melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) sebagai upaya deteksi dini permasalahan gizi pada balita terdampak bencana.

Di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, tim melaksanakan pengukuran LiLA serta pemberian makanan bagi sebanyak 75 balita terdampak bencana. Setiap balita menerima dua kali makan utama dan satu kali makanan selingan (snack) dalam satu hari. Pemberian PMBA dilakukan dalam dua tahap, yakni pada pagi hari pukul 08.00 WIB dengan satu porsi makan utama dan satu snack, serta dilanjutkan pada sore hari pukul 15.00 WIB dengan pemberian satu porsi makan utama.

Sementara itu, pelaksanaan kegiatan di Kabupaten Agam diawali dengan koordinasi dan konfirmasi dengan pihak dapur penyedia terkait kesesuaian menu makanan yang akan didistribusikan. Selanjutnya, Tim Gizi UNDIP bersama UNAND melakukan pendampingan proses distribusi makanan di dua titik lokasi. Lokasi pertama berada di Salareh Aia, bekerja sama dengan kader kesehatan setempat untuk menyalurkan sebanyak 50 paket makanan, yang terdiri dari 35 paket untuk balita dan 15 paket untuk ibu hamil.

Distribusi kemudian dilanjutkan ke titik kedua, yaitu Puskesmas Koto Alam, melalui koordinasi dengan Ahli Gizi Puskesmas. Di lokasi ini, disalurkan sebanyak 75 paket makanan, dengan rincian 40 paket untuk balita dan 35 paket untuk ibu hamil. Selain distribusi, dilakukan pula skrining gizi berupa pengukuran LiLA pada balita sebagai upaya deteksi dini kasus gizi kurang maupun gizi buruk.

Kegiatan di Kabupaten Agam ditutup dengan penyampaian laporan evaluasi kepada pihak penyelenggara makanan terkait efektivitas alur distribusi, sekaligus konfirmasi bahwa kedua titik tersebut akan tetap menjadi sasaran pendistribusian pada tahap selanjutnya. Sebagai tindak lanjut kegiatan, Tim Gizi UNDIP berkolaborasi dengan UNAND akan melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) setelah pelaksanaan PMBA selama 15 hari. Monev ini bertujuan untuk menilai dampak intervensi pemberian makanan terhadap status gizi balita penerima manfaat serta memastikan efektivitas dan keberlanjutan program di lokasi sasaran.

Kegiatan lainnya yaitu dengan pertemuan dan sosialisasi bersama kader kesehatan setempat terkait produk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa bubur bayi. Melalui kegiatan ini, Tim Gizi UNDIP–UNAND memberikan edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader dalam pemberian PMT yang aman, tepat, dan sesuai kebutuhan gizi balita.

Materi edukasi yang disampaikan meliputi teknik pengolahan bahan pangan yang higienis, anjuran frekuensi dan porsi makan yang disesuaikan dengan usia balita, serta standar pemberian nutrisi yang optimal guna menunjang tumbuh kembang anak. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar kader dapat dengan mudah memahami sekaligus menerapkannya dalam pendampingan gizi di lapangan.

Produk PMT yang disosialisasikan berupa bubur bayi Instant dengan teknologi Freeze dried produksi PT Inasentra Unisatya untuk Departemen Ilmu Gizi dengan komposisi bahan pangan bernilai gizi tinggi, yaitu ubi jalar putih, bayam hijau, brokoli, jamur tiram, isolat protein, minyak kedelai, lesitin kedelai, serta vitamin D. Formulasi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan zat gizi makro dan mikro balita, sekaligus mendukung daya tahan tubuh dan proses pertumbuhan anak.

Setelah pelaksanaan PMBA selama 15 hari, tim kembali turun ke lapangan untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) sebagai tindak lanjut program. Monev dilakukan melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) dan Berat Badan (BB) pada balita, yang sebelumnya juga telah diukur pada awal pelaksanaan program. Pengukuran ini bertujuan untuk menilai dampak intervensi pemberian makanan terhadap status gizi balita.

Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan tren yang positif, di mana rata-rata LiLA dan berat badan balita berada dalam kondisi stabil atau tidak mengalami penurunan. Selain itu, beberapa balita menunjukkan peningkatan berat badan yang cukup signifikan, yang mengindikasikan bahwa intervensi PMBA yang dilakukan memberikan dampak baik terhadap status gizi balita terdampak bencana. Melalui kolaborasi Departemen Ilmu Gizi UNDIP dan UNAND ini, kegiatan PMBA ini sukses dapat berkontribusi dalam menjaga status gizi balita terdampak banjir serta mencegah terjadinya masalah gizi pada masa pemulihan bencana. (Komunikasi Publik/UNDIP/Tim FK)

Share this :