Fakultas Kedokteran UNDIP Berkomitmen Jalankan Pendidikan Kedokteran Berbasis Hak Asasi Manusia (HAM)

UNDIP, Semarang (7/1) Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP) menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Program Pendidikan Dokter Subspesialis (PPDSS) Tahun Akademik 2025/2026 sebagai langkah awal membentuk dokter spesialis dan subspesialis yang unggul, beretika, dan menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia (HAM). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, pada 7–9 Januari 2026 di Kampus FK UNDIP Tembalang, diikuti oleh 171 mahasiswa baru PPDS dan PPDSS.

Sebagai bagian dari rangkaian PKKMB, FK UNDIP menghadirkan kuliah tamu (guest lecture) bersama Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI, Anis Hidayah, S.H., M.H., dengan tema “Pendidikan Kedokteran dan Pelayanan Kesehatan yang Manusiawi Berbasis Hak Asasi Manusia (HAM)”. Kuliah tamu ini menjadi penegasan komitmen FK Undip dalam menanamkan perspektif HAM sejak awal pendidikan dokter spesialis dan subspesialis.

Kegiatan PKKMB dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Suharnomo, S.E., M.Si., dan dilaksanakan secara luring dan daring pada Rabu (7/1/2026). Dalam sambutannya, Rektor UNDIP menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa PPDS dan PPDSS yang diterima di FK UNDIP, sekaligus menekankan pentingnya pengembangan ilmu kedokteran yang selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan.

“Mudah-mudahan ilmunya dapat dan waktunya juga tepat. Kami mendorong FK UNDIP yang selama ini menjadi salah satu kebanggaan kita untuk terus mencetak lulusan yang berkualitas,” katanya pada Rabu (7/1/2026).

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran UNDIP, Prof. Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, M.Kes., Sp.B., Subsp.Onk(K), menegaskan bahwa pendidikan dokter spesialis dan subspesialis tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik dan klinis, tetapi juga pembentukan karakter.

“Saudara-saudara telah memasuki fase pendidikan kedokteran tertinggi, yang tidak hanya menuntut keunggulan kompetensi klinis dari akademik tapi juga integritas moral, kepekaan sosial dan komitmen kuat terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.

Melalui kuliah tamu ini, FK UNDIP berharap mahasiswa PPDS dan PPDSS tidak hanya dibekali kemampuan ilmiah dan keterampilan klinis, tetapi juga kesiapan mental, etika profesi, dan kesadaran akan HAM dalam menjalankan peran sebagai tenaga medis di tengah masyarakat.

Dalam paparannya, Ketua Komnas HAM RI, Anis Hidayah, menekankan bahwa pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan harus berlandaskan prinsip hak asasi manusia. Ia menyampaikan bahwa hak atas pendidikan dan kesehatan merupakan hak dasar yang dijamin oleh konstitusi dan wajib diwujudkan secara nondiskriminatif, berkualitas, serta berkeadilan.

“Hak atas kesehatan dan pendidikan adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dihormati, dilindungi, dan dipenuhi oleh negara,” tegas Anis Hidayah.

Ia juga menjelaskan peran Komnas HAM dalam melakukan pengkajian, pemantauan, hingga mediasi berbagai persoalan pelanggaran HAM, termasuk di sektor pendidikan dan kesehatan yang masih kerap menjadi aduan masyarakat. Melalui pendekatan berbasis HAM, pendidikan kedokteran diharapkan mampu melahirkan tenaga kesehatan yang profesional, beretika, dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Dekan Akademik FK UNDIP dr. Muflihatul Muniroh, M.Si.Med., Ph.D., Wakil Dekan Sumber Daya Dr. Nuryanto, S.Gz., M.Gizi., serta jajaran pimpinan dan civitas academica FK UNDIP. Kemudian Direktur Sumber Daya Manusia Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND), Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan Penelitian RSUP. Dr. Kariadi, serta Ketua Komkordik RSUP. Dr. Kariadi.

Melalui PKKMB PPDS–PPDSS Tahun Akademik 2025/2026 ini, FK UNDIP menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan kedokteran yang tidak hanya unggul secara akademik dan klinis, tetapi juga berlandaskan nilai HAM, demi menghadirkan pelayanan kesehatan yang adil, manusiawi, dan bermartabat bagi masyarakat. (Komunikasi Publik/UNDIP/Tim FK)

Share this :