Tim Antawirya UNDIP Ukir Prestasi Dunia, Wakili Asia Menuju World Championship Shell Eco-Marathon 2027

UNDIP, Qatar (26/01) – Universitas Diponegoro kembali membuktikan daya saingnya di panggung internasional melalui capaian gemilang tim Antawirya pada ajang Shell Eco-marathon Asia-Pacific and the Middle East 2026 yang berlangsung di Lusail International Circuit, Doha, Qatar, pada 21–25 Januari 2026. Dalam kompetisi kendaraan hemat energi yang diikuti 82 tim dari berbagai negara tersebut, tim Antawirya UNDIP meraih Juara 2 kategori Prototype Internal Combustion Engine (ICE) dan Juara 4 kategori Prototype Battery Electric (EV), sekaligus dinyatakan Qualified for World Championship Shell Eco-marathon 2027.

Pada ajang ini, UNDIP menurunkan dua tim, yakni Antawirya Rodhan ICE dan Antawirya Rodhan EV, yang berlaga di kategori mobil Prototype. Bertanding di sirkuit kelas dunia, kedua tim tampil kompetitif dan konsisten. Antawirya Rodhan ICE mencatatkan efisiensi hingga 1.090 km per liter, menjadi capaian tertinggi untuk bahan bakar bensin pada kelasnya.

Sementara itu, Antawirya Rodhan EV membukukan efisiensi 745 km per kWh. Hasil tersebut mencerminkan keunggulan desain kendaraan, ketepatan strategi manajemen energi, serta kualitas rekayasa yang dikembangkan oleh mahasiswa UNDIP melalui riset berkelanjutan dan persiapan teknis yang matang seperti pengujian performa, serta penyusunan strategi balap (race plan) yang presisi.  

Berkat performa impresif tersebut, tim Antawirya Rodhan ICE UNDIP terpilih sebagai satu dari empat tim yang mewakili kawasan Asia-Pacific and the Middle East untuk melaju ke World Championship Shell Eco-marathon 2027. Capaian ini menjadi tonggak sejarah bagi Tim Antawirya UNDIP setelah 13 tahun berdiri, sekaligus menandai pertama kalinya tim ini lolos ke ajang dunia. Pada tahun depan, tim Antawirya tidak hanya mewakili Universitas Diponegoro dan Indonesia, tetapi juga membawa nama Asia untuk berkompetisi melawan tim-tim terbaik dari Amerika, Eropa, dan kawasan lainnya.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. “Prestasi Tim Antawirya UNDIP di Shell Eco-marathon 2026 merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa UNDIP mampu bersaing dan diakui di level global. Ini tidak hanya membanggakan universitas, tetapi juga Indonesia. UNDIP akan terus mendukung pengembangan riset dan inovasi mahasiswa, khususnya di bidang teknologi ramah lingkungan yang sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan,” tuturnya.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari kepemimpinan tim, pendampingan akademik dari Dr.-Ing. Ir. Paryanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., selaku dosen pembimbing, serta kolaborasi erat antara mahasiswa dan dosen dalam menjaga konsistensi riset dan kesiapan kompetisi. Dr.-Ing. Paryanto turut menyampaikan apresiasinya atas dukungan berbagai pihak. “Prestasi Tim Antawirya UNDIP tidak lepas dari kerja keras tim serta dukungan berbagai pihak, dan kami menyampaikan terima kasih kepada IKA UNDIP Qatar atas dukungan dan perhatiannya sehingga tim dapat berkompetisi dan berprestasi di ajang Shell Eco-marathon,” ujarnya.

Selain itu, dukungan juga datang dari seluruh anggota tim Antawirya, para alumni Antawirya, Himpunan Mahasiswa Mesin UNDIP, para dosen, Dekan Fakultas Teknik UNDIP, Rektor Universitas Diponegoro, IKA UNDIP Qatar, serta seluruh mitra dan pihak yang terlibat.

Pada kesempatannya, Ketua tim Antawirya 2025 sekaligus General Manager, Fivananda Muhammad Bintang Haramain (mahasiswa Teknik Mesin, Fakultas Teknik UNDIP angkatan 2023), mengatakan tim yang berlaga di Qatar terdiri dari 21 mahasiswa dengan pendampingan 1 dosen pembimbing. “Kami melakukan persiapan secara maksimal. Dua bulan sebelum kompetisi internasional ini, kami berhasil meraih Juara 1 tingkat nasional untuk kedua mobil yang kami kirimkan. Pencapaian tersebut menjadi pemacu semangat bagi tim untuk melanjutkan perjuangan di tingkat internasional demi membanggakan Universitas Diponegoro dan Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bintang menyebutkan, “Saat dinyatakan sebagai Juara 2, kami merasa bangga dan bersyukur, namun juga belum sepenuhnya puas karena kami yakin mampu meraih hasil yang lebih baik. Yang lebih membanggakan, tim Antawirya dinyatakan Qualified for World Championship 2027. Ini adalah sejarah pertama bagi Antawirya UNDIP. Tahun depan, kami tidak hanya mewakili UNDIP dan Indonesia, tetapi juga Asia untuk bersaing di level dunia” pungkasnya.

Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Diponegoro dalam mendukung pengembangan teknologi hijau dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek energi bersih, inovasi industri, dan pendidikan berkualitas. Dengan capaian tersebut, tim Antawirya UNDIP tidak hanya mengharumkan nama universitas dan Indonesia di tingkat regional, tetapi juga siap membawa inovasi terbaiknya ke panggung World Championship Shell Eco-marathon 2027, membuktikan kualitas mahasiswa UNDIP sebagai generasi penerus bangsa di kancah dunia. (Komunikasi Publik/UNDIP/Dr.-Ing. Paryanto & DHW)

Share this :