UNDIP, SAMBAS (15/1)– Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP) menjalin kerja sama strategis dengan RSUD Pemangkat, Kabupaten Sambas, dalam rangka pengiriman Residen Program Studi Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) pada Kamis (15/1/2026). Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen FK UNDIP dalam mendukung pemerataan pendidikan kedokteran dan penguatan pelayanan kesehatan nasional.
Kerja sama tersebut diawali dengan kegiatan visitasi FK UNDIP ke RSUD Pemangkat untuk menilai kesiapan sarana dan prasarana, sumber daya manusia, sistem pelayanan, serta aspek keselamatan dan mutu pendidikan klinik. Visitasi ini juga menjadi sarana dialog antara FK UNDIP, pemerintah daerah, dan rumah sakit mitra guna menyelaraskan kebutuhan layanan kesehatan daerah dengan pelaksanaan pendidikan klinik yang berkualitas.

dr. Muflihatul Muniroh, M.Si., Med., Ph.D. Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan menyampaikan bahwa pengiriman residen ke daerah 3T merupakan perwujudan peran strategis perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi residen, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam penguatan layanan kesehatan masyarakat setempat.
Melalui kerja sama yang terstruktur dan berkelanjutan, FK UNDIP menegaskan pentingnya dukungan lintas sektor, termasuk pemerintah daerah dan rumah sakit mitra, guna menjamin pembinaan, supervisi, serta keselamatan residen selama menjalani pendidikan klinik di wilayah 3T.
Upaya ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Kesehatan yang Baik), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), dan SDG 17 (Kemitraan), melalui penguatan sistem kesehatan dan pemerataan dokter spesialis di daerah prioritas.(Komunikasi Publik/ FK UNDIP/ Ed. Nurul)
Dilangsir dari: website resmi FK UNDIP






